Feb 26, 2017

89th Academy Awards: Winners Predictions



Puncak penghargaan kepada insan perfilman Hollywood tentu saja Academy Awards atau yang lebih familiar dengan kata Oscar. Setelah nominasinya diumumkan tanggal 26 Januari lalu, ada banyak fakta menarik, diantaranya La La Land yang menyabet 14 nominasi, sama banyaknya dengan Titanic (yang akhirnya membawa 11 piala Oscar) dan All About Eve (yang akhirnya membawa pulang 6 piala Oscars). Atau fakta bahwa tahun ini Oscar tidak lagi didominasi dengan kaum kulit putih seperti tahun lalu (yang isunya cukup ramai tahun lalu), karna 5 kategori utama, terutama kategori akting, juga diramaikan aktris kulit hitam.

Menjelang perhelatan Oscar tahun 2017 yang akan digelar tanggal 26 Februari (27 February pagi di Indonesia) dan dipandu Jimmy Kimmel, akhirnya list ini terwujud juga. Tiap tahunnya setiap Oscar digelar, sebenarnya selalu ada prediksi (atau nominee favorit) siapa saja yang akan membawa pulang Oscar. Tahun ini akhirnya bisa tertuang juga di blog (beberapa tahun lalu pernah bikin prediksi via twitter) dan berikut adalah nominee jagoan saya, dan mungkin pasca Oscar ceremony nanti tulisan ini akan di-update sambil mencantumkan nama pemenangnya.

Feb 15, 2017

Hidden Figures Review



"Separate and equal are two different things. Just çause it's the way, doesn't make it right, understand?"
Diskriminasi terhadap kaum minoritas, terutama kaum kulit hitam, memang punya sejarah panjang di Amerika. Mulai dari perbudakan yang sudah dimulai sejak sebelum Perang Sipil, keberadaan mereka memang tidak pernah benar-benar setara dengan warga kulit putih. Hal ini pulalah yang tersirat dalam film yang ditajuk Hidden Figures ini. Diadaptasi dari buku berjudul sama karangan  Margot Lee Shetterly, film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan soal “sosok tersembunyi” di balik kesuksesan NASA dalam misi-misi awal ke luar angkasa. Mengangkat isu rasial yang kala itu tengah mengemuka, Hidden Figures tidak hanya sukses merajai tangga box office domestik, tapi juga memperoleh tiga nominasi Oscar, yakni Best Pictures, Best Supporting Actress untuk Octavia Spencer dan Best Adapted Screenplay.

Feb 4, 2017

Hacksaw Ridge Review

"I don't know how I'm going to live with myself if I don't stay true to what I believe"
Seberapa jauh kita mampu memegang teguh prinsip yang didasarkan atas keimanan? Hacksaw Ridge secara dramatis menggambarkan sekelumit perjuangan tersebut. Film yang sekaligus merupakan ajang comeback bagi Mel Gibson setelah film terakhir yang disutradarainya adalah Apocalypto di tahun 2006, bahkan mendapat 10 menit standing ovation saat pertama tayang di Venice Film Festival. Sosok Mel Gibson memang penuh kontroversi, apalagi semenjak dirinya tertangkap mabuk sambil mengendarai mobil dan kemudian memaki-maki kaum Yahudi. Tapi sepertinya perilaku buruk Mel Gibson sudah dilupakan publik lewat pembuktiannya dalam menyutradarai Hacksaw Ridge. Terbukti film ini banyak memperoleh nominasi di ajang perfilman bergengsi dan masuk dalam daftar film terbaik tahun 2016 di berbagai versi. Film ini bahkan juga mendapat 6 nominasi Oscar, tiga diantaranya adalah Best Picture, Best Actor untuk Andrew Garfield, Best Director untuk Mel Gibson. Curhat sedikit, film ini sejatinya sudah dirilis sejak November 2016, tapi saya skip di bioskop karna saya pribadi bukan menggemar film perang. Perang fiksi masih bisa saya maklumi (macam Lord of The Rings atau Star Wars), tapi yang mendekati realita begini saya tak pernah bisa menyaksikan dengan nyaman. Tapi melewatkan film ini rasanya tidak mungkin karna publik banyak yang memfavoritkan film ini.

Jan 22, 2017

Patriots Day Review

"When the devil hits you like that, only one weapon you have to fight back with. It's love. That's the only thing he can't touch"
Peter Berg sepertinya sudah menemukan aktor favoritnya. Pasca bekerja sama dengan Mark Wahlberg dalam The Lone Survivor (2013), ia kembali mengajak Mark Wahlberg dalam dua filmnya yang dirilis tahun 2016, yakni Deepwater Horizon dan Patriots Day. Ada kesamaan pada tiga kolaborasi mereka, semuanya diangkat dari kisah non fiksi, meskipun tentu dramatisasi tak bisa dihindari. Mungkin ini sudah jadi satu kepiawaian Peter Berg yang akhirnya disadarinya, mengangkat kisah patriotisme kemudian menuangkannya dalam serentetan adegan film yang lebih bisa dinikmati ketimbang film fiksi aksinya terdahulu seperti Battleship yang kurang dapat respon positif dari publik. 

Jan 18, 2017

La La Land Review

"How are you gonna be a revolutionary if you're such a traditionalist?"
Genre musikal jelas bukan satu genre terdepan di era teknologi canggih full CGI saat ini. Musikal pernah jadi favorit puluhan tahun lalu, hingga kemudian terobosan demi terobosan membuat musikal tak pernah benar-benar kembali ke era jayanya dulu. Damien Chazelle, yang dua tahun lalu pernah sukses mengisahkan perjuangan drummer jazz lewat Whiplash, menyadari hal ini dan punya ide cukup gila untuk mewujudkan film musikal yang diinspirasi dari sederet film musikal klasik berjudul La La Land. Baru-baru ini La La Land sendiri di ajang Golden Globes 2017 yang lalu berhasil menyabet 7 piala Golden Globes dari 7 nominasi, rekor piala terbanyak untuk satu film dalam sejarah Golden Globes. Cukup mencengangkan karna ini hadir dari sebuah film musikal.

Jan 9, 2017

Arrival Review

"Memory is a strange thing"
Apabila kita mengetahui bagaimana masa depan kita, apa yang akan kita lakukan? Are we gonna do our best to avoid those bad things we already knew? or are we gonna still risk it all and live in the moment? Setidaknya itulah sekelumit pesan yang ingin dibagi oleh Dennis Villanueve dalam film terbarunya yang dilabeli Arrival ini. Sepanjang sejarah perfilman Hollywood, film yag berkaitan dengan alien rasanya sudah cukup banyak, macam Close Encounters of Third Kind, atau yang super-light macam Independence Day. Lantas apa hubungannya kalimat pertama saya di atas dengan alien? Arrival diceritakan dengan pendekatan yang berbeda, berpondasi sebagai sebuah science fiction namun lebur bersama dramanya yang penuh filosofi. Justru disini jadi satu hal menarik karna alih-alih berubah jadi film action cliche dengan ledakan disana sini, Arrival justru lebih personal dengan melibatkan kehidupan pribadi sang tokoh utama.

Jan 2, 2017

The Girl on the Train Review

"A teacher once told me I was the mistress of self reinvention. It's like having a secret and nobody but me knows I'm doing it. I want to start my life over again"
Film terbaru Emily Blunt yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Paula Hawkins ini sialnya harus masuk bioskop Indonesia sangat terlambat. Tayang worldwide bulan Oktober kemarin, nyatanya The Girl on the Train baru menyambangi bioskop Indonesia di akhir bulan Desember 2016. Film ini menjadi sangat menarik semenjak novelnya dibanding-bandingkan dengan Gone Girl karangan Gillian Flynn yang, sama-sama kita tahu, sangat sukses diterjemahkan ke layar lebar oleh David Fincher dua tahun lalu. Belum lagi novelnya sendiri bercokol di posisi puncak New York Times Fiction Best Seller of 2015 selama 13 minggu berturut-turut. Tentu saja Hollywood bergerak cepat dan mengangkat novelnya ke layar lebar, dengan Tate Taylor yang sebelumnya pernah menggarap The Help di tahun 2011. Dengan materi yang nyaris mirip, banyak yang berharap kalau versi film dari The Girl on the Train ini bisa sekuat Gone Girl.

Dec 31, 2016

Cek Toko Sebelah Review

"Ternyata kalau kita berharap banyak, harus siap kecewa banyak"
Ernest Prakasa mungkin bisa dibilang salahsatu stand up comedian yang sukses di Indonesia. Ernest yang merupakan keturunan Tionghoa acap kali menggunakan kehidupan etnisnya sebagai materi stand up komedinya. Contohnya saja ketika menggarap film perdananya tahun lalu, Ngenest, yang terinspirasi dari kehidupan pribadinya. Meskipun terdengar ambisius ketika posisi sutradara, penulis scenario sekaligus aktor dipegang langsung oleh Ernest, toh film perdananya ini menuai sambutan positif dari penonton. Kali ini ia rupanya ketagihan, karna di penghujung tahun 2016 ini, ia kembali meluncurkan film kedua yang diberi judul Cek Toko Sebelah dimana Ernest kembali mengisi tiga posisi kunci, dan masih membawa etnis Tionghoa ke dalam penuturan ceritanya.

Assassin's Creed Review


"We work from the dark to serve the light. We are assassins"
Menilik beberapa tahun ke belakang, film yang diangkat dari video games rasanya sedikit yang mendulang sukses secara kritik. Satu-satunya film yang kisahnya lahir dari video games yang masih sukses secara finansial hingga sekarang mungkin hanya Resident Evil yang entah ceritanya sudah melebar sampai kemana-mana. Terakhir di tahun ini ada Warcraft yang menurut saya pribadi juga tidak sepenuhnya oke, walaupun kalau dibilang jelek pun juga tidak sampai serendah itu. Warcraft sendiri tidak begitu mengkilap di mata kritikus. Assassin's Creed setidaknya terlihat sebagai satu case yang berbeda, karena ia punya jajaran top cast yang mumpuni, dengan sutradara yang tahun lalu sukses menggawangi Macbeth, Justin Kurzel. Bahkan ia juga memboyong Michael Fassbender dan Marion Cotillard yang sebelumnya juga satu layar dalam Macbeth. Berbekal nama besar aktor-aktornya, plus kebesaran dari game-nya sendiri yang jelas punya fanbase besar, di atas kertas harusnya Assassin's Creed bisa meredam ocehan para kritikus sekaligus mendulang kesuksesan dari segi pendapatan.