Aug 18, 2013

Lovelace Review

"God forbid there's somebody out there that's going through what I went through. And maybe they can get the courage to get out of it"
Who the hell is Linda Lovelace? Apa sih yang membuat dia begitu spesial sampai-sampai dibuatkan film biografi tentang dirinya? For your information, Linda Lovelace atau yang bernama asli Linda Boreman adalah seorang bintang porno di era 70an dan paling dikenal lewat film Deep Throat, salahsatu film porno paling fenomenal yang punya plot dan pengembangan karakter didalamnya. Untuk ukuran film tahun 70an, film tersebut sudah tergolong sangat vulgar karna menampilkan adegan blow job sehingga menimbulkan kontroversi dan dilarang tayang di beberapa negara bagian kala itu. Film ini pulalah yang mengangkat nama Linda Lovelace karna Deep Throat merupakan film porno dengan penghasilan terbesar. Tapi tenang, kita tidak akan membahas soal Deep Throat itu, karna film Lovelace yang disutradarai Rob Epstein dan Jeffrey Friedman ini membahas soal kehidupan Linda dibawah pengaruh suaminya yang abusive, Chuck Traynor, yang memaksanya untuk terjun ke dunia pornografi.
 

Aug 16, 2013

Behind the Candelabra Review


 "I was saved because God looks upon me with special favor"

Seberapa jauh kamu mengenal Liberace? If you have no clue about who Liberace is, I'll give you some. Wladziu Valentino Liberace atau lebih dikenal dengan Liberace atau Li adalah seorang pianis keturunan Italia-Polandia asal Amerika yang terkenaldi era 50 hingga 70-an. Tidak hanya kemampuannya bermain piano yang terkenal, namun juga penampilannya yang flamboyan. Tidak ada kostumnya yang 'biasa' dalam setiap penampilannya, bahkan ia selalu meletakkan candelabra di atas pianonya, membuat banyak orang mempertanyakan orientasi seksualnya. Kehidupan di balik glamournya penampilan Liberace-lah yang diangkat oleh Steven Soderbergh dalam film terakhir Soderbergh sebelum hiatus panjang berjudul Behind The Candelabra ini. Dibintangi oleh Michaael Douglas dan Matt Damon, film ini mungkin tidak banyak menarik perhatian publik kalau Anda tidak familiar dengan karya Soderbergh, bahkan banyak studio Hollywood yang menolak film ini karena katanya "terlalu gay".

Aug 9, 2013

Trance Review

 
"The memory is not destroyed, it is locked in a cage, and with enough force, enough violence, the lock can be broken"
Bagaimana jika kita lupa tempat menyimpan sesuatu yang sangat berharga bagi kita? Bagaimana cara menemukannya? Padahal kita sama sekali tidak ingat apa-apa mengenai tempat barang tersebut disimpan. Hypnotherapy might be a way to solve the problem. Wait.. is it? Itulah yang diangkat Danny Boyle dalam karya terbarunya yang berjudul Trance. Tidak hanya menjual nama Danny Boyle yang memang sudah dikenal lewat karyanya yang critical acclaim seperti Trainspotting, Slumdog Millionaire hingga 127 Hours, film ini juga punya jajaran kasting yang cukup menjanjikan karena film ini dibintangi James McAvoy, Rosario Dawson hingga Vincent Cassel. Lalu apa sebenarnya makna dari kata Trance itu? Secara harfiah, Trance adalah keadaan di mana seseorang tidak sadarkan diri. Sesuai dengan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, disebutkan bahwa hypnotherapy memungkinkan kita mengingat sesuatu dalam keadaan tidak sadar, dan itu memegang peranan penting dalam kisah film ini. Jadi sah-sah saja kalau film ini memasang judul Trance.

Aug 5, 2013

Before Midnight Review

"Like sunlight, sunset, we appear, we disappear. We are so important to some, but we are just passing through"
Masih ingat Before Sunrise karya Richard Linklater yang dirilis tahun 1995? Atau Before Sunset yang dirilis tahun 2004? Yang sudah pernah menyaksikan film tersebut tentu tidak mungkin melupakan begitu saja. Ya, setelah terakhir kali kita dibuat penasaran dengan ending Before Sunset, tahun ini Richard Linklater beserta Ethan Hawke dan Julie Delpy kembali, kali ini dengan judul Before Midnight. Uniknya, film ini selalu mengambil time range yang sama, yakni sembilan tahun. Sayangnya, film yang sempat direncanakan bakal tayang di Indonesia gagal karena adanya scene yang mengandung unsur nudity dan tidak memungkinkan disensor karena akan mengganggu kesinambungan cerita. Well, kita tahu kisah Jesse dan Celine ini punya kekuatan dari sisi dialog, jadi memotong adegan dalam film ini sama saja seperti mengurangi esensi cerita. Jadi terpaksa penggemar trilogi Before ini harus gigit jari. Padahal di luar negeri, film ini sudah tayang sejak Juli 2013 and got a very good responses from critics.

Jul 30, 2013

The Wolverine Review

"Eternity can be a curse.. a man can run out of things to live for"
Wolverine mungkin bisa dibilang mutan terkuat dalam seri X-Men milik Marvel Universe. Bagaimana tidak? Bukan hanya kekuatannya yang punya adamantium claws dan healing power yang membuatnya immortal, tapi juga daya tariknya yang seolah seperti magnet dalam menarik penonton. Satu-satunya mutan dari X-Men yang dibuatkan spin-off bahkan hingga dua film, meskipun X-Men Origins: Wolverine harus babak belur dalam urusan critical reception. Hugh Jackman masih kembali memerankan mutan yang bernama asli Logan ini. Mungkin benar bahwa Hugh Jackman is one lucky bastard. Seandainya dulu Dougray Scott tidak menolak peran Wolverine yang ditawarkan kepadanya, mungkin Hugh Jackman bukan siapa-siapa. Tapi kini Hugh Jackman hampir identik dengan sosok Wolverine, dan Dougray Scott kehilangan popularitasnya. Kembali ke The Wolverine, meskipun X-Men Origins: Wolverine bisa dibilang gagal, namun raihan box office-nya begitu menggiurkan, dan tentu saja Wolverine merupakan salahsatu mutan yang punya kemungkinan besar untuk diteruskan. So here come The Wolverine.

Jul 28, 2013

The Conjuring Review

"God brought us together for a reason. This is it..."
Nama James Wan saat ini seolah menjadi sebuah ciri khas untuk film horor. Setelah membuat impresif penonton lewat Saw, Dead Silence, Death Sentence dan Insidious yang menghebohkan, sutradara asal Malaysia ini kembali lewat sebuah film horor yang sama menghebohkannya, The Conjuring. Lewat sebuah viral marketing yang menyatakan telah disediakan pastur untuk mengantisipasi efek setelah menonton film ini karena filmnya terlalu menyeramkan, hingga insiden dimana ada penonton yang pingsan saat menonton film ini sempat menghebohkan dunia maya, terutama social media, membuat film ini cukup menyita perhatian publik. Jadi jangan heran jika penonton film ini membludak dan meraih posisi #1 di box office US. Sedangkan tahun ini ada dua film horor karya James Wan, yakni The Conjuring dan Insidious: Chapter 2 yang akan dirilis bulan Oktober 2013. Well, sambil menunggu kelanjutan Insidious, tak ada salahnya untuk menyaksikan film yang juga dibintangi Patrick Wilson ini.

Jul 24, 2013

Pacific Rim Review

"In order to fight monsters, we created monsters of our own"
Selain Man of Steel, mungkin film ini juga menjadi salahsatu film yang dinanti moviegoers, terutama pecinta film mecha/monster. Apalagi melihat trailernya yang memang tampak habis-habisan dalam mengeksplor visual effect, Pacific Rim diprediksi menjadi salahsatu summer blockbuster. Belum lagi fakta bahwa film ini disutradarai oleh Guillermo Del Toro, salahsatu sutradara visioner yang punya daya imajinasi tinggi. Lihat saja Pan's Labyrinth atau yang lebih mainstream, Hellboy, yang dipenuhi makhluk-makhluk imajinatif. Begitu pula Pacific Rim yang mengkombinasikan robot dan monster berukuran gigantic dalam sebuah pertarungan. Pacific Rim yang memang dibuat Del Toro sebagai homage untuk film monster dan mecha, memang dianggap sebagai objek senang-senang Del Toro yang menempatkan dirinya sebagai bocah laki-laki dengan mainan robot dan monster. And mostly people, especially boys, grew up the same way Del Toro did.  Jadi tidak terlalu berlebihan rasanya kalau banyak yang menaruh harapan tinggi terhadap film ini. 

Jul 21, 2013

Despicable Me 2 Review

 
"Just because everybody hates it doesn't mean it's not good"
 Tahun 2010 merupakan tahun besar bagi Illumination Entertainment, karena tidak ada yang pernah menduga bahwa salahsatu film produksi mereka yang berjudul Despicable Me kala itu menjadi kuda hitam dan bisa sukses luar biasa, terutama dalam raihan box office. Memang kisah yang dibawa Despicable Me yang tergolong unik, yang menceritakan seorang super villain yang merencanakan pencurian bulan. Kisah yang fresh, humor plus tentu saja kehadiran minions yang sangat mencuri perhatian ketimbang karakter utamanya, membuat film ini disukai baik anak-anak dan juga orang dewasa. Maka imbasnya sudah sama-sama kita ketahui, sebuah sekuel. Dan tentu saja, spin-off. Yap, tahun depan akan ada film berjudul Minions yang bercerita tentang... tentu saja minion-minion kocak tersebut. Sambil menunggu, tahun ini Gru bersama Margo, Edith dan Agnes kembali hadir lewat Despicable Me 2. Seluruh pengisi suara dari karakter utama di film pertama kembali hadir dan siap mengulang kesuksesan film pertamanya. Apalagi para minions yang memang menjadi senjata utama franchise ini juga kembali, bahkan hingga ke penjualan merchandise yang luar biasa.

Jul 19, 2013

The Lone Ranger Review

"There come a time, when good man must wear mask"
Johnny Depp, Gore Verbinski dan Jerry Bruckheimer. Tiga orang inilah yang berada dibalik kesuksesan trilogi Pirates of Carribean. Dan mereka sekali lagi melakukan team up demi mengulang kesuksesan di masa lalu dalam sebuah film berjudul The Lone Ranger. Maybe most of you didn't familiar with this Ranger. Jauh sebelum diangkat ke layar lebar tahun 2013, The Lone Ranger adalah sebuah drama seri radio yang mengudara sejak 1933. Pernah diangkat ke serial TV dan juga pernah diangkat ke layar lebar tahun 1956. Kali ini Gore Verbinski yang mencoba peruntungan dengan membawa Armie Hammer sebagai sang Ranger dan Johnny Depp sebagai sidekick-nya, Tonto. But as you know, punya nama besar seperti Johnny Depp tentu menenggelamkan sang pemeran tokoh utama, dalam hal ini adalah Armie Hammer, yang meskipun punya CV yang cukup mengkilap, tetap saja tenggelam dengan nama besar Johnny Deep sebagai sidekick-nya. Well, sebenarnya ini strategi yang cukup jitu, mengingat banyak orang yang sudah jatuh hati dengan Johnny Depp baik dari segi fisik ataupun kemampuan aktingnya. Jadilah daya tarik utamanya bukan lagi sang Ranger, melainkan sang Indian, Tonto.