Showing posts with label Sci-Fi. Show all posts
Showing posts with label Sci-Fi. Show all posts

Jan 9, 2017

Arrival Review

"Memory is a strange thing"
Apabila kita mengetahui bagaimana masa depan kita, apa yang akan kita lakukan? Are we gonna do our best to avoid those bad things we already knew? or are we gonna still risk it all and live in the moment? Setidaknya itulah sekelumit pesan yang ingin dibagi oleh Dennis Villanueve dalam film terbarunya yang dilabeli Arrival ini. Sepanjang sejarah perfilman Hollywood, film yag berkaitan dengan alien rasanya sudah cukup banyak, macam Close Encounters of Third Kind, atau yang super-light macam Independence Day. Lantas apa hubungannya kalimat pertama saya di atas dengan alien? Arrival diceritakan dengan pendekatan yang berbeda, berpondasi sebagai sebuah science fiction namun lebur bersama dramanya yang penuh filosofi. Justru disini jadi satu hal menarik karna alih-alih berubah jadi film action cliche dengan ledakan disana sini, Arrival justru lebih personal dengan melibatkan kehidupan pribadi sang tokoh utama.

Dec 31, 2016

Passengers Review

 
"You can't get so hung up on where you'd rather be, that you forget to make the most of where you are"
Jennifer Lawrence. Chris Pratt. Dalam satu film. Bersetting di luar angkasa. Mendengar empat kalimat tersebut rasanya mustahil untuk tidak excited dengan film terbaru karya Morten Tydlum ini. Tanpa perlu tahu banyak plotnya saja sudah terdengar menarik, apalagi kedua nama yang baru pertama kali dipasangkan dalam satu layar ini sedang naik daun di dunia perfilman Hollywood. Promosinya sendiri cukup menarik, bahkan digadang sebagai “Titanic in outer space”. Memang film bertema luar angkasa sedang naik daun beberapa tahun terakhir. Maka, tentu saja, jadilah Passengers menjadi salahsatu film yang ditunggu di penghujung tahun 2016 ini.

Rogue One: A Star Wars Story Review



"We have hope. Rebellions are built on hope"

Saga Star Wars memang punya potensi besar untuk diperluas kisahnya. Bukan hanya karna universe-nya yang memang begitu luas sehingga kemungkinan mengekspansi kisahnya juga sangat besar, tapi juga kemungkinan menjaring penonton jadi sangat besar karna tentu saja fans lama rasanya sulit melewatkan bahkan satu kisah sekalipun. Pasca tahun lalu Star Wars Episode VII: The Force Awaken sukses membawa aura nostalgia yang kental hadir lewat main storyline-nya (melanjutkan kisah terdahulu), tahun ini giliran Rogue One yang merupakan pembuka dari kisah antologi Star Wars yang nantinya akan dirilis Disney dengan konsep trilogi. Rogue One sendiri bisa dikatakan sebagai spin off dari kisah Star Wars, dimana kejadian dalam Rogue One ini berlangsung setelah Episode III: Revenge of The Sith dan sebelum Episode IV: A New Hope.

Apr 10, 2016

The Divergent Series: Allegiant Review

"You want change without sacrifice, you want peace without struggle. The world doesn't work that way"
Sebenarnya tidak ada yang berharap kalau novel pamungkas dari seri Divergent ini akan dipecah jadi dua. Pasalnya sejak awal, seri ini melangkah terseok-seok untuk menggaet penonton non-reader. Materi dari novelnya sendiri tidak relevan jika dibagi dua, yang jelas merupakan sebuah usaha untuk memperpanjang kisah ini. Dari keseluruhan film yang mengalami pemindahan materi dari novel ke film, mungkin hanya Harry Potter yang materinya paling layak dibagi menjadi dua film, sementara yang lainnya tentu saja hanya sebuah usaha mengeruk keuntungan, termasuk juga Allegiant ini. Masalahnya apakah penonton masih benar-benar punya minat untuk menyaksikan keduanya? Divergent tidak bisa dikatakan luar biasa, meskipun tidak sepenuhnya buruk juga. Insurgent meskipun penuh aksi, nyatanya juga tidak mampu menyamai prestasi Divergent. Jelas butuh usaha ekstra keras bagi seri pamungkas bagian pertama yang diberi judul Allegiant ini untuk mendapat kepercayaan dari penontonnya. Meskipun masih digawangi oleh Roberts Schwentke dan dipastikan seluruh cast lama kembali, tidak membuat Allegiant meledak di pasaran.

Feb 2, 2016

The Martian Review



"Every time something goes wrong, the world forgets why we fly"
Yes, film ini sudah saya tonton sejak september 2015, tapi baru sempat direview sekarang karna ke(sok)sibukan saya dan kebetulan juga beberapa minggu lalu baru nonton lagi, jadi agak fresh. The Martian punya poster yang cukup percaya diri, cukup dengan pasang wajah Matt Damon dan tagline "Bring Him Home", film ini sudah berhasil mencuri perhatian. Tapi tetap saya gak punya keinginan cari tahu film ini tentang apa. Yang pasti sih setting-nya outer space, karna Matt Damon pakai kostum astronot di posternya. Tagline-nya malah mengingatkan sama judul salahsatu lagu di drama Broadway populer, Les Miserables. Saya bukan pemuja Matt Damon, meskipun harus diakui Matt Damon punya kualitas akting yang tidak bisa disepelekan, tapi film ini langsung masuk watch list saya kemarin. Kenapa? Karna ada nama Ridley Scott di belakangnya. Ridley Scott sudah jadi dedengkot di dunia perfilman, bahkan banyak sutradara muda yang ter-influenced dengan penyutradaraan beliau. Seri Alien, Blade Runner, Gladiator hingga yang paling akhir, Prometheus, sudah jadi buktinya. Jadi, sebenarnya cuma dua faktor yang menarik minat saya, Ridley Scott dan Matt Damon. Ceritanya? Saya sedikit pun gak pernah cari tahu. Bahkan nonton trailer-nya pun tidak.

Dec 22, 2015

Star Wars Episode VII: The Force Awakens Review


"Show me again the power of the darkness, and I'll let nothing stand in our way. Show me.. and I will finished what you started"

Semenjak diumumkan bahwa kisah Star Wars akan kembali dilanjutkan, banyak yang sangsi dengan keputusan ini. Kita tahu bahwa kisah ini sudah ditutup dengan sangat apik lebih dari 30 tahun yang lalu. Meskipun George Lucas tidak berhenti sampai disitu dan memilih melanjutkan kisahnya lewat trilogi prekuel soal latar belakang Darth Vader lebih dari 15 tahun yang lalu, keseluruhan kisah ini sudah dianggap tuntas dan rasanya tidak perlu dilanjutkan lagi. Tapi rupanya pihak Disney yang sudah membeli LucasFilm tidak sependapat dan menganggap masih ada yang bisa digali dari kisah ini. Maka diumumkankanlah bahwa Star Wars Episode VII: The Force Awakens  akan menjadi judul baru dari kisah ini yang dirilis di penghujung tahun 2015. Komentar miring banyak diluncurkan, meskipun banyak pula yang menaruh harapan, apalagi setelah J.J Abrams resmi ditunjuk sebagai sutradaranya. J.J Abrams bukan nama sembarangan dalam dunia perfilman,khusunya jalur sci-fi, karna ia adalah orang yang sama yang berhasil me-reboot kisah epik angkasa lainnya, Star Trek. 

Nov 26, 2015

The Hunger Games: Mockingjay Part 2

"Our lives were never ours, they belong to Snow and our deaths do too. But if you kill him, Katniss, all those deaths, they mean something"
Akhirnya, sampailah kita di penghujung seri Hunger Games. Beruntungnya seri ini punya Jennifer Lawrence, yang pada saat seri ini berlangsung berhasil memenangkan piala Oscar, dan meningkatkan prestise film yang diangkat dari novel young adult bersettingkan di negara fiksi bernama Panem karya Suzanne Collins. Peran yang sebenarnya bisa jatuh ke tangan aktris lain, namun akhirnya malah Jennifer Lawrence yang memerankan sang heroine utama, Katniss Everdeen, dan membuat namanya semakin luas dikenal publik. Film yang dulunya saya tonton cuma karna ada Josh Hutcherson, dan ternyata film ini alur cerita yang menarik. Penggemarnya baik pembaca novel maupun bukan pasti sudah menanti film pamungkas seri ini, karna sudah kita semua ketahui bahwa seri ini sudah berkembang menjadi saga besar yang selalu dinanti kehadirannya.

The Hunger Games: Mockingjay Part 1


"You can torture us, bomb us, or burn our district to the ground. But do you see that? Fire is catching. If we burn, you burn with us!"

Karna tahun 2015 menjadi tahun terakhir Hunger Games dirilis, dan sebelumnya tulisan soal Part 1 belum ada, jadi rasanya ada yang kurang kalau saya menulis soal Part 2 tanpa ada Part 1. Dan tentu saja, Hunger Games sudah jelas menjadi fenomena baru yang luar biasa. Sejak seri pertamanya, film ini sudah menyita perhatian. Tahun 2014 film ketiganya yang diangkat dari novel seri ketiga Hunger Games, Mockingjay, dirilis serta dipecah menjadi 2 film, seperti layaknya film-film yang diangkat dari novel seperti Harry Potter dan Twilight,  yang seri terakhirnya dipecah menjadi 2 bagian. Bicara soal Hunger Games memang tidak bisa lepas dari Harry Potter dan Twiight yang sudah lebih dulu sukses di layar lebar, Tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Yang jelas kesamaanya adalah sukses di layar lebar yang berimbas pada seri novel terakhirnya dipecah menjadi dua part di layar lebar demi profit. Tujuannya tentu saja memperpanjang umur seri ini, dan semakin panjang umur sebuah seri, semakin besar income yang diperoleh.


Nov 24, 2015

Terminator: Genisys Review



"One thing is certain: The future is not set"

Sejatinya ini sudah bukan film yang paling up-to-date lagi karna film ini sudah dirilis sejak Juli 2015, dan bukan salahsatu film unggulan saya di tahun 2015 ini. Kenyataan dimana saya nekad nonton film ini adalah tidak lain dan tidak bukan karna saya sudah ngikutin franchise sejak awal, dan bahkan sampai sekarang pun masih terpesona sendiri setiap nonton ulang Terminator 2: Judgement Day, padahal film ini sudah dibuat lebih dari 20 tahun yang lalu. Bahkan ketika franchise ini pada titik terendahnya, yakni Terminator Salvation, saya toh juga tetep nekad nonton, walaupun pada akhirnya Salvation gak dianggap (bahkan Rise of the Machines juga gak dianggap) ketika Genisys ini rilis. Dan yang lebih bikin hype lagi, Arnold Schwarzenegger kembali berperan sebagai sang Terminator, setelah sebelumnya absen di Salvation. Kalau ditilik, yang gak kenal franchise ini dari awal mungkin memang gak bakal minat, dan sepertinya film ini memang berusaha keras supaya bisa mengenalkan karakter-karakternya ke generasi sekarang, terbukti lewat soft reboot ini.


Aug 18, 2014

X-Men: Days of Future Past Review

  
"The past: a new and uncertain world. A world of endless possibilities and infinite outcomes. Countless choices define our fate: each choice, each moment, a moment in the ripple of time. Enough ripple, and you change the tide... for the future is never truly set" 
Semenjak filmnya pertama kali dirilis di tahun 2000, X-Men sudah menjadi film superhero favorit saya. Ya, segerombolan mutan dengan kekuatan luar biasa ini merupakan pioner dari film superhero modern di era millenium. Setelah sebuah trilogy dan dua film spin-off Wolverine, tahun 2011 menjadi awal kembalinya mutan-mutan ini dengan setting berbeda lewat X-Men: First Class dimana ini juga merupakan reboot dari saga X-Men. Menuai sambutan positif, membuat saga X-Men hidup kembali dan membuat Bryan Singer kembali menduduki kursi sutradara. Tidak tanggung-tanggung, film yang mengadaptasi buku komik The Uncanny X-Men ini punya sederet ensemble cast yang menarik. Kalau kita sudah mengenal James McAvoy, Michael Fassbender dan Jennifer Lawrence sebagai Professor Xavier, Erik Lehnsherr/ Magneto dan Raven/ Mystique di First Class, film ini juga membawa sederet bintang dari trilogi sebelumnya seperti Halle Berry, Ellen Page hingga Anna Paquin serta tentu saja Hugh Jackman sang Wolverine.

Aug 17, 2014

Divergent Review

"The future belongs to those who know where they belong"
Summit sepertinya mulai ketagihan mengadaptasi novel-novel yang punya potensi box office di layar lebar. Buktinya, satu lagi adaptasi novel young adult setelah sebelumnya The Hunger Games berhasil menuai kesuksesan baik dari segi kritik maupun finansial. Kali ini giliran novel karangan Veronica Roth berjudul Divergent yang kebagian jatah pindah ke layar lebar. Tidak main-main, film ini punya nama besar seperti artis muda berbakat Shailene Woodley hingga aktris peraih Oscar Kate Winslet. Novelnya sendiri punya cerita yang walaupun tidak sama persis tapi sedikit banyak memiliki kesamaan dengan The Hunger Games dan punya fan base yang cukup besar di seluruh dunia.

Quick Review: Jack Ryan: Shadow Recruit and Robocop


Sama-sama proyek reboot dan sama-sama rilis di awal tahun 2014, Jack Ryan: Shadow Recruit dan Robocop punya harapan yang cukup tinggi agar bisa menghidupkan kembali karakter punya tingkat popularitas yang cukup tinggi di era 90-an. 


Jan 25, 2014

The World's End Review

"Face it, we are the human race and we don't like being told what to do!"
Duet Edgar Wright dan Simon Pegg plus co-star favorit mereka, Nick Frost, memang sudah dua kali terbukti tidak mengecewakan. Tahun 2004 kita pernah dibawa bertahan hidup dari serangan zombie lewat horror comedy Shaun of the Dead. Kemudian di tahun 2007 kita dibawa menyelidiki kasus pembunuhan lewat action comedy Hot Fuzz. Lalu di tahun 2013, mereka kembali lagi dalam film science fiction comedy yang diberi judul The World's End. Uniknya, ketiga film tersebut saling berkaitan. Pengaitnya bukanlah cerita atau karakter seperti kebanyakan film yang dibuat trilogi, melainkan es krim Cornetto. Itulah sebabnya mengapa ketiga film tersebut disebut sebagai "Three Flavours Cornetto Trilogy". Masing-masing film menampilkan es krim Cornetto dengan rasa berbeda sebagai simbol dari tema filmnya. Strawberry-flavored di Shaun of the Dead untuk memberikan kesan bloody and gory, kemudian Blue Original Cornetto dalam Hot Fuzz sebagai wakil dari tema polisi dan Mint Chocolate Chip untuk The World's End untuk mewakili tema science fiction pada filmnya.

Dec 26, 2013

Snowpiercer Review

"I belong to the front, you  belong to the tail. Keep in your place"
Tidak bisa dipungkiri, meskipun Korea Selatan hampir selalu identik dengan drama cengeng, tidak sedikit juga drama thriller asal Negeri Gingseng ini yang punya reputasi bagus. Saya pribadi masih memfavoritkan Oldboy sebagai pemuncak film asal Korea Selatan yang paling memikat. Yah, meskipun memang harus diakui bahwa saya bukan tipe penikmat film Asia dan sedikit selektif terhadap film Asia, tapi saya harus akui bahwa Korea Selatan saat ini bisa dibilang sebagai negara Asia yang paling aktif melemparkan filmnya ke pasar internasional. Kali ini saya membicarakan tentang film Snowpiercer, yang disutradarai Bong Joo-Ho. Seandainya Anda tidak familiar dengan namanya, mungkin akan familiar mendengar salahsatu filmnya, yakni The Host (bukan, bukan film Saoirse Ronan yang gaje itu) di tahun 2006, atau Mother di tahun 2009. Diangkat dari novel grafis asal Perancis yang berjudul "Le Transperceneige", film ini dibintangi oleh aktor berbagai ras asal Amerika, Korea Selatan dan Afro Amerika.  Ramainya nama-nama populer di poster jelas menjadi daya tarik tersendiri, meskipun film ini tergolong minim promosi dan di Indonesia sendiri ditayangkan di jaringan bioskop terbatas.

Nov 28, 2013

The Hunger Games: Catching Fire Review

 

"..our lives aren't just measured in years. The measure in our lives are the people we touch around us"

Lebih dari setahun yang lalu setelah novel The Hunger Games karya Suzanne Collins diangkat ke layar lebar, franchise ini mengalami perubahan yang cukup besar. Mulai dari penyutradaraan yang berubah dari Gary Ross ke Francis Lawrence, hingga level franchise ini yang jauh meningkat setelah salahsatu pemeran utamanya, Jennifer Lawrence, mendapat  Oscar tahun ini. Film pertamanya sendiri sukses dan dianggap sebagai penerus Saga Harry Potter dengan penggemar yang tak terhitung banyaknya. Hampir setiap update terbaru tentang film ini mengundang perhatian, terutama bagi pembaca novelnya yang ingin mengetahui siapa yang akan memerankan karakter baru favorit mereka, seperti Finnick Odair dan Johanna Mason. Tak dapat dipungkiri, Lionsgate has found their new money-making machine. Apalagi novel terakhirnya, Mockingjay, akan dipecah menjadi dua film, mengikuti film yang juga diangkat dari novel laris, Harry Potter dan Twilight, semakin memperkuat opini tersebut. Meskipun begitu, franchise ini memang memiliki kekuatan, terutama kisah pemberontakan dan isu sosial yang semakin terasa di buku kedua dan ketiganya.

Ender's Game Review

"In the moment when I truly understand my enemy, understand him well enough to defeat him, then in that very moment I also love him"
Butuh waktu hampir 30 tahun bagi Hollywood untuk mengangkat novel ini ke dalam media film. Ya, Ender's Game diangkat dari novel berjudul sama karangan Orson Scott Card yang dirilis tahun 1985 ini akhirnya berhasil difilmkan setelah banyaknya rencana memfilmkan film ini namun gagal karena beberapa alasan. Filmnya sendiri tidak banyak punya promosi di Indonesia, bahkan kalah populer dibandingkan Thor. Tapi ada alasan tertentu mengapa film ini jadi salahsatu film yang ditunggu. Novelnya sendiri di Amerika Utara banyak memenangkan penghargaan serta menjadi salahsatu bacaan yang direkomendasikan di sekolah militer. Dibintangi Asa Butterfield, Harrison Ford, Viola Davis, Hailee Steinfeld, Abigail Breslin hingga Ben Kingsley, siapa yang bisa menolak sederetan cast yang begitu menggiurkan?

Oct 10, 2013

Gravity Review

"It's time to stop driving. It's time time to go home"
Semenjak film terakhirnya, Children of Men, dirilis sekitar tahun 2006, Alfonso Cuaron memang tidak pernah terdengar menyutradarai satu film pun. Sutradara asal Meksiko yang pernah menggarap salahsatu film Harry Potter ini hanya terdengar duduk di kursi produser dalam beberapa film, seperti Pan's Labyrinth. Setelah tujuh tahun menghilang, tiba-tiba tahun ini namanya kembali muncul ke permukaan lewat sebuah film berjudul Gravity. Rupanya dalam masa hiatus, Cuaron benar-benar mematangkan konsep film terbarunya ini. Lewat trailernya kita disuguhi adegan dimana kedua pemeran utamanya, Sandra Bullock dan George Clooney yang seolah tersesat melayang-layang tanpa arah di luar angkasa. Yang lebih menghebohkan lagi, film ini mendapat sambutan luar biasa positif dari kalangan kritikus ketika ditayangkan di 70th Venice International Film Festival. Lalu apa yang membuat film ini dibanjiri review positif atau bahkan membuat seorang James Cameron mampu berkata bahwa film ini "the best space film ever done"?

Aug 29, 2013

Elysium Review

 
"There's nothing left down here. They have it all on Elysium, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything"
They have it all on Elysium, food, water, medicine, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything."
Read more at http://www.ranker.com/list/elysium-movie-quotes/movie-and-tv-quotes#2ohKKiZqicmjR7cj.99
"There's nothing left down here. They have it all on Elysium, food, water, medicine, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything."
Read more at http://www.ranker.com/list/elysium-movie-quotes/movie-and-tv-quotes#2ohKKiZqicmjR7cj.99
There's nothing left down here. They have it all on Elysium, food, water, medicine, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything.
Read more at http://www.ranker.com/list/elysium-movie-quotes/movie-and-tv-quotes#2ohKKiZqicmjR7cj.99

There's nothing left down here. They have it all on Elysium, food, water, medicine, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything.
Read more at http://www.ranker.com/list/elysium-movie-quotes/movie-and-tv-quotes#2ohKKiZqicmjR7cj.99
There's nothing left down here. They have it all on Elysium, food, water, medicine, and they'll do anything to keep us out. It's time to change everything.
Read more at http://www.ranker.com/list/elysium-movie-quotes/movie-and-tv-quotes#2ohKKiZqicmjR7cj.99
Setelah menggebrak lewat District 9 di tahun 2009, sutradara asal Afrika Selatan, Neill Bloomkamp, tahun ini kembali membawa sebuah film bertema science-fiction yang diberi judul Elysium. Ketika gambar-gambar pertamanya dirilis yang menampilkan Matt Damon yang memangkas habis rambutnya sambil mengangkat senjata, film ini sudah banyak dibicarakan semenjak Comic-Con tahun 2012. Tentu saja nama Neill Bloomkamp sangat memiliki pengaruh besar dalam popularitas Elysium. Karya Bloomkamp sebelumnya, District 9, sudah membuat orang-orang menaruh standar yang tinggi untuk Elysium. Lalu kenapa diberi judul Elysium? Dalam mitologi Yunani, Elysium adalah alam yang dihuni para pahlawan, tokoh suci, dan sosok pilihan dewa. Meskipun sudah mati, penghuninya tetap hidup disana. Bahkan, kehidupan mereka sangat bahagia dan sempurna di Elysium. Lalu apa hubungannya dengan filmnya? You'll find out when you watch it.

Jun 8, 2013

After Earth Review


"Fear is not real. It is a product of thoughts you create. Do not misunderstand me. Danger is very real. But fear is a choice"

Beberapa tahun terakhir, karya-karya M. Night Shyamalan lebih banyak dicaci dibanding dipuji. Padahal dulu, M. Night Shayamalan banyak mendapat pujian, terutama dari The Sixth Sense, yang hingga saat ini masih diakui sebagai film dengan plot twist yang cerdas. The Unbreakable yang walaupun tidak sampai melampaui The Sixth Sense, namun tidak sampai terjerembab karena masih terbilang standar. Begitu pula The Sign dan The Village, terutama The Village yang twist-nya cukup membuat saya tertawa karena merasa dibodohi in a good way. Namun setelah itu, semenjak Lady in the Water, The Happening hingga The Last Airbender, kualitasnya jauh menurun dibanding karya-karya Shyamalan sebelumnya. Meskipun begitu, Shyamalan tidak patah semangat. Ia terus berkarya dan membuat film. Tahun ini ada satu film Shyamalan yang cukup menarik perhatian, karna berhasil membawa duet ayah-anak Will Smith dan Jaden Smith, yang berjudul After Earth. Promo yang bisa dibilang cukup besar, ditambah animo masyarakat yang ingin melihat kembali duet Will-Jaden Smith setelah berhasil mengharu biru di The Pursuit of Happyness, menjadikan film ini mendapat cukup banyak sorotan. Ditambah lagi sutradaranya adalah M. Night Shyamalan, publik ingin membuktikan apakah Shyamalan berhasil kembali ke masa-masa kejayaannya dahulu melalui film ini.

May 20, 2013

Star Trek Into Darkness Review


"My crew is my family. Is there anything you would not do for your family?"

Tahun 2009, J.J Abrams berhasil menggarap sebuah film fiksi ilmiah yang notabene sudah punya fanbase yang cukup besar di dunia. Ya, tentu saja kita sedang membicarakan Star Trek. I'm not a Trekkie dan tidak tahu apa-apa soal Star Trek. Jadi, ketika menyaksikan Star Trek dulu, saya cuma berharap bisa bertahan sampai akhir. Siapa sangka, J.J Abrams berhasil membuat saya jatuh cinta dengan Star Trek garapannya dan mampu membuat saya nyaris menjadi Trekkie. Untuk sebuah film yang sukses, apalagi untuk ukuran franchise sebesar Star Trek, tentu saja mustahil untuk mengabaikan pembuatan sekuel. Beruntung pihak studio berhasil mengembalikan semua awak U.S.S Enterprise dan masih disutradarai oleh J.J Abrams, otak dibalik kesuksesan Star Trek, dalam sebuah sekuel berjudul Star Trek Into Darkness. Tidak sampai disitu, ada Benedict Cumberbatch hadir sebagai tokoh antagonis yang sudah memancing banyak dugaan, terutama di kalangan Trekkies. Tapi sekali lagi, saya bukan Trekkie, jadi kurang begitu peduli dengan banyaknya dugaan yang berkeliaran di internet.