"When the devil hits you like that, only one weapon you have to fight back with. It's love. That's the only thing he can't touch"Peter Berg sepertinya sudah menemukan aktor favoritnya. Pasca bekerja sama dengan Mark Wahlberg dalam The Lone Survivor (2013), ia kembali mengajak Mark Wahlberg dalam dua filmnya yang dirilis tahun 2016, yakni Deepwater Horizon dan Patriots Day. Ada kesamaan pada tiga kolaborasi mereka, semuanya diangkat dari kisah non fiksi, meskipun tentu dramatisasi tak bisa dihindari. Mungkin ini sudah jadi satu kepiawaian Peter Berg yang akhirnya disadarinya, mengangkat kisah patriotisme kemudian menuangkannya dalam serentetan adegan film yang lebih bisa dinikmati ketimbang film fiksi aksinya terdahulu seperti Battleship yang kurang dapat respon positif dari publik.
Showing posts with label Thriller. Show all posts
Showing posts with label Thriller. Show all posts
Jan 22, 2017
Patriots Day Review
Jan 2, 2017
The Girl on the Train Review
"A teacher once told me I was the mistress of self reinvention. It's like having a secret and nobody but me knows I'm doing it. I want to start my life over again"Film terbaru Emily Blunt yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Paula Hawkins ini sialnya harus masuk bioskop Indonesia sangat terlambat. Tayang worldwide bulan Oktober kemarin, nyatanya The Girl on the Train baru menyambangi bioskop Indonesia di akhir bulan Desember 2016. Film ini menjadi sangat menarik semenjak novelnya dibanding-bandingkan dengan Gone Girl karangan Gillian Flynn yang, sama-sama kita tahu, sangat sukses diterjemahkan ke layar lebar oleh David Fincher dua tahun lalu. Belum lagi novelnya sendiri bercokol di posisi puncak New York Times Fiction Best Seller of 2015 selama 13 minggu berturut-turut. Tentu saja Hollywood bergerak cepat dan mengangkat novelnya ke layar lebar, dengan Tate Taylor yang sebelumnya pernah menggarap The Help di tahun 2011. Dengan materi yang nyaris mirip, banyak yang berharap kalau versi film dari The Girl on the Train ini bisa sekuat Gone Girl.
Sep 8, 2016
Don't Breathe Review
"Just because he’s blind doesn’t mean he’s a saint, bro. It’s going to be a piece of cake"
Fede Alvarez, sutradara asal Uruguay yang selama ini dikenal
sebagai sosok dibalik semi remake/ reboot/ sekuel Evil Dead (2013), kembali bekerja
sama dengan Sam Raimi dalam film horror thriller terbaru berjudul Don't
Breathe. Berkaca dari pengalaman Evil Dead (2013), yang meskipun dianggap tidak
'segila' versi originalnya di tahun 1981 karya Sam Raimi, toh Evil Dead versi
Alvarez berhasil menebar kengerian lewat serangkaian adegan yang, jujur saja mampu
membuat bergidik. Maka tak heran seandainya film yang awalnya hendak diberi
judul 'A Man in the Dark' ini mampu menarik minat pecinta horor. Banyak
memboyong kru yang pernah bekerja di Evil Dead, termasuk sang pemeran utama
Jane Levy, Fede Alvarez setidaknya menjadi salahsatu jaminan kalau film ini
akan jadi satu tontonan yang menarik. Belum lagi nama besar Sam Raimi yang pernah
sukses lewat Evil Dead original dan Drag Me to Hell masih setia mendukung dari kursi
produser.
Apr 13, 2016
10 Cloverfield Lane Review
"Crazy is building your ark after the flood has already come"
Ketika Cloverfield dirilis delapan tahun lalu, tidak ada yang menyangka kalau kisahnya berkembang jauh beberapa tahun kemudian. Gagasan sekuel pernah ada tapi tenggelam begitu saja seiring kesibukan dari sang produser. Dari judulnya saja sudah jelas, yang meskipun dibantah oleh sang produser, J.J Abrams yang terkenal selalu ketat dalam merahasiakan proyeknya, jelas film ini punya kaitan erat dengan Cloverfield meskipun hanya dari universe-nya saja. Seperti biasa, hampir setiap proyek garapan J.J Abrams selalu minim informasi. Begitu pula 10 Cloverfield Lane yang bahkan hingga trailer-nya dirilis juga masi banyak menimbulkan pertanyaan. Meskipun ada di bawah nama besar J.J Abrams dan Bad Robot, film ini digawangi oleh sutradara baru, Dan Trachtenberg. Meskipun ada embel-embel Cloverfield, nyatanya memang kisah ini tidak pernah terhubung secara langsung oleh serangan monster alien di New York dalam Cloverfield.
Feb 16, 2016
A Copy of My Mind Review
"Oh kalo mau nyari yang bagus ya nyari yang asli lah, bajakan masa lu protes?"Rasanya sudah lama sekali semenjak terkahir kali saya nonton film Indonesia di bioskop, tapi film ini rasanya adalah sebuah pengecualian. Sebelum tayang di bioskop secara luas februari tahun ini, A Copy of My Mind yang sejatinya adalah film rilisan tahun 2015, sudah mondar-mandir di berbagai festival internasional semacam Toronto International Film Festival dan Venice Film Festival tahun 2015. Bahkan pada Festival Film Indonesia tahun lalu, film ini memenangkan 3 Piala Citra dari 7 nominasi, yakni Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Tara Basro, Sutradara Terbaik untuk Joko Anwar, dan Penata Suara Terbaik. Semua predikat ini pastinya ikut menaikkan prestise dari A Copy of My Mind. Semenjak Joko Anwar terlibat sebagai penulis dalam film Arisan! yang legit itu, I'm completely adore his works. Jadi ketika mendengar Joko Anwar kembali duduk sebagai sutradara dari film A Copy of My Mind, I'm super excited. Apalagi dengan embel-embel yang sudah tersebut di atas, rasanya melewatkan film ini adalah sesuatu yang mustahil.
Feb 6, 2016
The Revenant Review
"Revenge is in God's hand, not mine"
The Revenant, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya adalah seseorang yang bangkit dari kematian. Judulnya sebenarnya sudah menyimpulkan isi ceritanya. Bukan, ini bukan film horor atau film zombie, tapi lebih ke survival. Film ini punya dua keuntungan, yaitu dari nama sutradara dan pemeran utamanya. Sutradaranya adalah Alejandro González Iñárritu, yang tahun lalu menang besar di ajang Oscar lewat Birdman, sementara aktor utamanya adalah Leonardo DiCaprio yang meskipun hampir selalu tampil bagus, sialnya dia belum pernah sekalipun menggenggam piala Oscar. Jadi sebenarnya film ini merupakan pengharapan bagi setiap umat penganut aliran fans DiCaprio, dan setiap doa yang dipanjatkan adalah semoga Leo bisa menang Oscar tahun ini. Nope, saya bukan hater-nya Leo, saya juga nge-fans dengan beliau sejak penampilannya sebagai Arnie Grape di What's Eating Gilbert Grape?, tapi semua pasti akan tiba pada waktunya kok. Martin Scorsese juga selalu bikin film bagus sejak Taxi Driver di tahun 1976, bolak balik dinominasikan Oscar kategori Best Director delapan kali hingga saat ini, tapi baru sekali menang di tahun 2006 lewat The Departed. See?
Aug 17, 2014
Dec 29, 2013
Side Effects Review
"Depression is an inability to construct a future"Pernah berpikir soal efek samping dari obat-obatan yang kamu konsumsi? Misalnya obat yang Anda konsumsi akan menyebabkan kantuk dan sebagainya. Atau bahkan sekedar meluangkan waktu untuk membaca efek samping tersebut? Jika tidak, mungkin film bisa membuat Anda sedikit lebih concern soal hal tersebut. Ya, setelah tahun 2011 Steven Soderbergh sukses membuat orang-orang percaya soal betapa cepatnya penyakit bisa menyebar bahkan hanya dengan sentuhan di Contagion, Soderbergh kembali ke thriller berlatar dunia medis, hanya saja fokusnya dipersempit menjadi soal masalah psikis dan efek samping dari obat anti depresan. Salahsatu film Soderbergh sebelum hiatus panjang ini bergenre psychological thriller dan seperti karya Soderbergh biasanya, film ini bertabur bintang seperti Jude Law, Rooney Mara, Catherine Zeta Jones dan Channing Tatum.
Oct 27, 2013
Prisoners Review
"Pray for the best, but prepare for the worst"
Ketika ada dua nama aktor besar macam Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal terpampang di poster sebuah film, maka sepertinya itu sudah jadi alasan yang cukup untuk menyaksikan film tersebut, at least it's reasonable for me to watch the movie because of them. Keduanya pernah dinominasikan dalam ajang Academy Awards karena mereka berdua mampu menunjukkan kualitas akting yang sangat bagus. Dan ya, alasan itulah yang membuat saya rela menyaksikan film yang diberi judul Prisoners ini meskipun film ini tidak se-happening Insidious Chapter 2. Minim promosi, namun setidaknya film karya Denis Villeneuve yang pernah menyutradarai Incendies ini masih menarik perhatian moviegoers meskipun tidak sebesar pesaingnya yang tayang pada minggu yang sama. Apalagi film ini punya reputasi yang bagus di mata kritikus.
You're Next Review
"Grab anything that might make a good weapon"Tidak terhitung banyaknya film dengan tema home invasion. Mulai dari film klasik yang mengerikan macam A Clockwork Orange karya Stanley Kubrick, yang menegangkan seperti Panic Room karya David Fincher hingga dalam bentuk komedi sekalipun seperti yang terjadi dalam Home Alone karya Chris Columbus. Setidaknya sekarang daftar film dengan tema tersebut bertambah dengan dirilisnya You're Next secara internasional. Film yang disutradarai Adam Wingard dan ditulis oleh Simon Barrett ini sendiri sebenarnya sudah ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) Midnight Madness Program tahun 2011 (program yang sama dimana The Raid memenangkan People's Choice Award) dan mendapat banyak komentar positif dari penonton kala itu. Butuh 2 tahun hingga akhirnya You're Next beredar luas dan bisa dinikmati masyarakat umum.
Oct 10, 2013
Gravity Review
"It's time to stop driving. It's time time to go home"Semenjak film terakhirnya, Children of Men, dirilis sekitar tahun 2006, Alfonso Cuaron memang tidak pernah terdengar menyutradarai satu film pun. Sutradara asal Meksiko yang pernah menggarap salahsatu film Harry Potter ini hanya terdengar duduk di kursi produser dalam beberapa film, seperti Pan's Labyrinth. Setelah tujuh tahun menghilang, tiba-tiba tahun ini namanya kembali muncul ke permukaan lewat sebuah film berjudul Gravity. Rupanya dalam masa hiatus, Cuaron benar-benar mematangkan konsep film terbarunya ini. Lewat trailernya kita disuguhi adegan dimana kedua pemeran utamanya, Sandra Bullock dan George Clooney yang seolah tersesat melayang-layang tanpa arah di luar angkasa. Yang lebih menghebohkan lagi, film ini mendapat sambutan luar biasa positif dari kalangan kritikus ketika ditayangkan di 70th Venice International Film Festival. Lalu apa yang membuat film ini dibanjiri review positif atau bahkan membuat seorang James Cameron mampu berkata bahwa film ini "the best space film ever done"?
Oct 6, 2013
Insidious Chapter 2 Review
"In my line of work things tend to happen when it gets dark"
Belum lama James Wan berhasil
membuat penonton berteriak ketakutan lewat The Conjuring, ia kembali lagi lewat
sekuel Insidious yang pernah sukses di tahun 2011. Ya,, kali ini dengan
embel-embel Chapter 2, James Wan membawa kembali horor ke bioskop lengkap
dengan Leigh Whannel sebagai penulis ceritanya dalam sekuel Insidious. Semua
pemeran utamanya kembali, termasuk Patrick Wilson, Rose Byrne dan Ty Simpkins
yang memerankan keluarga Lambert yang mengalami teror dari makhluk halus.
Sedikit mengulas film pertamanya, Insidious berhasil membuat banyak orang
ketakutan saat itu. Tidak hanya suasananya, namun momen-momen utama berhasil
dibangun James Wan dengan sangat baik dan begitu efektif menakuti penonton.
Maka tidak heran jika film ini mendapat antusiasme yang tinggi dari penonton.
Labels:
Film,
Film Hollywood,
Horror,
Review,
Thriller
Aug 9, 2013
Trance Review
Bagaimana jika kita lupa tempat menyimpan sesuatu yang sangat berharga bagi kita? Bagaimana cara menemukannya? Padahal kita sama sekali tidak ingat apa-apa mengenai tempat barang tersebut disimpan. Hypnotherapy might be a way to solve the problem. Wait.. is it? Itulah yang diangkat Danny Boyle dalam karya terbarunya yang berjudul Trance. Tidak hanya menjual nama Danny Boyle yang memang sudah dikenal lewat karyanya yang critical acclaim seperti Trainspotting, Slumdog Millionaire hingga 127 Hours, film ini juga punya jajaran kasting yang cukup menjanjikan karena film ini dibintangi James McAvoy, Rosario Dawson hingga Vincent Cassel. Lalu apa sebenarnya makna dari kata Trance itu? Secara harfiah, Trance adalah keadaan di mana seseorang tidak sadarkan diri. Sesuai dengan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, disebutkan bahwa hypnotherapy memungkinkan kita mengingat sesuatu dalam keadaan tidak sadar, dan itu memegang peranan penting dalam kisah film ini. Jadi sah-sah saja kalau film ini memasang judul Trance."The memory is not destroyed, it is locked in a cage, and with enough force, enough violence, the lock can be broken"
Jul 28, 2013
The Conjuring Review
Nama James Wan saat ini seolah menjadi sebuah ciri khas untuk film horor. Setelah membuat impresif penonton lewat Saw, Dead Silence, Death Sentence dan Insidious yang menghebohkan, sutradara asal Malaysia ini kembali lewat sebuah film horor yang sama menghebohkannya, The Conjuring. Lewat sebuah viral marketing yang menyatakan telah disediakan pastur untuk mengantisipasi efek setelah menonton film ini karena filmnya terlalu menyeramkan, hingga insiden dimana ada penonton yang pingsan saat menonton film ini sempat menghebohkan dunia maya, terutama social media, membuat film ini cukup menyita perhatian publik. Jadi jangan heran jika penonton film ini membludak dan meraih posisi #1 di box office US. Sedangkan tahun ini ada dua film horor karya James Wan, yakni The Conjuring dan Insidious: Chapter 2 yang akan dirilis bulan Oktober 2013. Well, sambil menunggu kelanjutan Insidious, tak ada salahnya untuk menyaksikan film yang juga dibintangi Patrick Wilson ini.
Labels:
Film,
Film Hollywood,
Horror,
Review,
Thriller
Jun 30, 2013
White House Down Review
"I can’t think of a more important job than protecting the President"
Rolland Emmerich. Kita mengenalnya sebagai sutradara spesialis disaster movie. Mulai dari serangan alien lewat Independence Day, serangan kadal raksasa dalam Godzilla, membuat setengah Amerika membeku lewat The Day After Tomorrow, membawa kita ke zaman prasejarah dalam 10.000 BC, hingga menghancurkan separuh dunia lewat ramalan bangsa Maya dalam 2012. Dan semua melibatkan special effect yang bombastis, karena Emmerich hampir selalu menghancurkan beberapa landmark terkenal, seperti sebut saja White House dan Patung Liberty. Kali ini, Emmerich kembali mencoba menghancurkan Gedung Putih dalam White House Down, dengan Channing Tatum dan Jamie Foxx sebagai bintang utamanya. Uniknya, beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Maret 2013, ada film bertema serupa yang menceritakan serangan ke Gedung Putih yang dianggap sebagai The World's Safest Place dalam film berjudul Olympus Has Fallen. Hollywood's running out of idea? or is it copycat case? I don't know. Oke, lupakan dulu soal itu, atau bahkan soal Olympus Has Fallen dan mari berfokus pada White House Down. Soal Olympus Has Fallen, it will be reviewed on another post.
Jun 24, 2013
World War Z Review
"Every human being we save is one less we have to fight"
Zombie invasion. Ya, hampir seperti 'saudara'nya, vampire, keberadaan makhluk pemakan daging ini selalu menjadi objek yang tidak ada habisnya dieksploitasi oleh Hollywood. Di layar lebar, ada franchise Resident Evil yang sudah mencapai seri kelima. Bahkan awal tahun kemarin, kita disuguhi drama remaja ala Romeo-Juliet dengan tokoh utama zombie dalam Warm Bodies. Di dunia televisi, masih ada The Walking Dead kreasi Frank Darabont yang masih disukai publik hingga season 3. Then here comes World War Z, yang lagi-lagi soal penduduk Bumi yang terjangkit virus dan berubah menjadi zombie. Film yang diangkat dari novel karangan Max Brooks ini sempat mejadi rebutan antara rumah produksi Appian Way milik Leonardo DiCaprio dan Plan B Entertainment milik Brad Pitt, yang akhirnya dimenangkan oleh Brad Pitt. Syutingnya pun begitu panjang hingga mengalami penundaan rilis. Dengan sutradara Marc Foster yang pernah menyutradarai Finding Neverland dan memasang Brad Pitt sebagai pemeran utama, rasanya tidak begitu sulit untuk menjaring peminat mengingat Brad Pitt, sama seperti Tom Cruise, punya pesona yang cukup besar untuk menarik perhatian publik.
Jun 8, 2013
Now You See Me Review
"First rule of magic: always be the smartest person in the room"
Di balik hingar bingar summer blockbuster yang berkutat di seputar genre action, superhero ataupun science fiction, terselip satu film dengan genre yang cukup berbeda, yakni magic. Now tell me, siapa sih yang tidak tertarik dengan magic? Berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, pasti suka dengan yang namanya sulap. Bahkan orang dewasa bisa terlihat layaknya anak-anak ketika menyaksikan pertunjukan sulap. Setelah kesuksesan The Prestige dan The Illusionist di tahun 2006 yang mengungkap kehidupan sekaligus trik pesulap, tahun ini ada sebuah film dengan tema magic yang berjudul Now You See Me. Menggabungkan konsep magic dan heist layaknya Ocean's trilogy, film yang ditukangi oleh Louis Leterrier, same guy who brought you The Incredible Hulk dan Clash of the Titans, dan iming-iming ensemble cast dengan nama-nama besar seperti Jesse Eisenberg, Isla Fisher, Woody Harrelson, Dave Franco, Mark Ruffalo, Morgan Freeman, hingga Michael Caine, boleh dibilang film ini cukup menarik minat penonton. Tanpa banyak gembar-gembor promo, film ini layaknya penyegar di tengah kejenuhan film-film bergenre action, superhero maupun sci fi. And for me, magic is always fun to watch.
May 26, 2013
Fast & Furious 6 Review
Tidak ada yang pernah menyangka kalau franchise Fast & Furious akan melaju sejauh ini. Ketika pertama kali dirilis tahun 2001, film ini hanyalah sebuah film aksi kebut-kebutan mobil biasa. Bahkan ketika film kedua dan ketiga dirilis, tidak ada euforia yang gegap gempita. Terutama untuk Fast & Furious: Tokyo Drift yang tidak mampu mengembalikan winning team dari dua film sebelumnya (kecuali tampilnya Vin Diesel yang cuma secuplik itu dihitung). Alhasil film ketiga yang disutradarai Justin Lin ini dianggap tidak punya benang merah apa-apa dengan pendahulunya. Tiba-tiba tahun 2009, Justin Lin kembali membawa sebuah film yang berjudul Fast & Furious dengan kehadiran hampir seluruh pemain utama dari film pertamanya. Bahkan hal ini berlanjut dengan Fast Five yang sukses dari segi kritik dan finansial. Saya yang memang tidak pernah benar-benar menyaksikan franchise ini, kecuali Fast & Furious: Tokyo Drift dan Fast Five, bisa dibilang bukan penguasa saga ini. Tapi jujur saja, kehadiran Joe Taslim di film ini sedikit banyak menjadi pendongkrak popularitas film ini di Indonesia, film yang bahkan sanggup membuat The Great Gatsby tayang hanya satu pekan di kota saya."You don't turn your back on family, even when they do"
Apr 10, 2013
Stoker Review
"...sometimes you need to do something bad to stop you from doing something worse"
Pernah nonton Oldboy? Kalau sudah
pernah nonton, pasti tau seberapa gilanya Oldboy. Kalau belum, segerakan
menonton, sebelum Hollywood merusak versi Koreanya dengan proyek
remake-nya. Adalah Park Chan-Wook yang
bertanggung jawab dibalik layar Oldboy yang sukses membuat pecinta film
thriller menganga. Ya, kesuksesan trilogi Vengeance mengangkat namanya menjadi
salahsatu sutradara asal negeri gingseng yang layak memperoleh pertimbangan di
kancah perfilman internasional. Kali ini ia diberi kesempatan menyutradarai
film Hollywood pertamanya yang berjudul Stoker. Sedikit mengingatkan dengan
Bram Stoker Dracula? Yap, penulis naskahnya, Wentworth Miller yang dulu sempat
dikenal sebagai aktor dalam serial Prison Break, memang mengatakan bahwa ada
sedikit influence dari kisah drakula
tersebut (walaupun film ini tanpa drakula sama sekali) dan Shadow of A Doubt
karya Hitchcock. Maka lengkaplah sudah segala macam unsur di atas semakin
mempertinggi ekspektasi penonton, included
me.
Mar 30, 2013
Belenggu Review
"Mimpi itu datang lagi..."
Perfilman Indonesia bisa dibilang sedang produktif-produktifnya. Dalam setahun, ada ratusan film yang dirilis. Sayangnya tidak semuanya berkualitas. Kebanyakan film memiliki kualitas ecek-ecek kalau tidak mau dibilang jelek. Apalagi genre komedi horor yang makin lama kualitasnya makin rendah. Selain itu, genre populer film Indonesia yang sering menghiasi bioskop adalah drama, romance dan komedi. Jarang ada film Indonesia dengan genre di luar itu. Maka ketika teaser poster Belenggu dirilis dengan tulisan 'A Thriller From Upi', maka rasanya ada secercah harapan, karena film Indonesia bergenre thriller sangat sedikit yang berkualitas. Dan jika melihat dari filmography Upi, rasanya tidak adil jika men-judge film ini lebih awal tanpa menontonnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

















