Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Apr 16, 2016

The Jungle Book Review


"No matter where you go or what they may call you, you will always be my son"

Dongeng klasik memang tidak akan pernah lekang dimakan waktu, nyaris setiap dongeng klasik punya umur yang abadi dan diceritakan terus menerus secara turun temurun dari zaman ke zaman. Salahsatu caranya agar tetap abadi adalah tentu saja terus mengadaptasi kisah tersebut dengan cara yang berbeda. Tahun lalu Disney sudah membuktikannya lewat retelling kisah populer Cinderella versi live action yang meskipun sebagian orang sudah paham perihal kisahnya, namun tetap terasa menawan, dan tahun ini Disney kembali memberikan suguhan live action lewat kisah kenamaan karya Rudyard Kipling, The Jungle Book. Karna animasinya sendiri sudah sangat populer pada masanya dirilis di tahun 1967, tentu saja penampilan baru live action ini juga punya daya tarik tersendiri, apalagi disutradarai oleh Jon Favreau yang sudah memperkenalkan kita dengan Iron Man.

Aug 28, 2013

Percy Jackson: Sea of Monsters Review

 

"Forget about the oracle.  You don’t like your destiny?  Write a new one!"

Percy Jackson akhirnya kembali lagi ke layar lebar. Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief  yang dirilis tahun 2010 tidak bisa dibilang gagal, namun tidak bisa dibilang luar biasa sukses juga. Setidaknya film tersebut tidak sampai membuat produsernya sakit kepala karna tidak balik modal, meskipun akhirnya sekuel film yang diangkat dari novel karya Rick Riordan ini perlu waktu tiga tahun untuk comeback ke layar lebar. Dengan mengusung subjudul Sea of Monsters, yang juga merupakan buku kedua dari keseluruhan seri petualangan Percy Jackson, film ini masih mempercayakan peran utamanya kepada Logan Lerman yang saat ini punya karir yang jauh berkembang dibanding saat film pertamanya dirilis. Namun kali ini Chris Columbus tidak kembali menduduki kursi sutradara, melainkan berpindah tangan ke Thor Freudenthal. Not familiar with this man? Mungkin karena ia memang belum punya film besar, karena sejauh ini mungkin hanya Diary of a Wimpy Kid yang paling dikenal publik.

May 12, 2013

9 Summers 10 Autumns Review


"Memori masa kecil membuat aku bijak dalam mengenal diriku sekarang"

Saat ini bisa dibilang sulit mengembalikan kepercayaan penonton Indonesia untuk menikmati film karya anak bangsa. Bagaimana tidak, menonton film Indonesia di bioskop itu seperti sebuah taruhan besar, kalau tidak merasa puas sekali, ya pasti merasa rugi besar. Saya tidak mau munafik, saya pun tergolong susah untuk diajak nonton film Indonesia di bioskop. Alasannya sederhana, saya tidak mau membuang-buang uang untuk film medioker dengan penggarapan seadanya atau simpelnya seperti sinetron masuk bioskop. Harus diakui, saya hanya mau menyimak film lokal karya sutradara yang sudah punya kredit, film yang dapat review bagus dari kritikus lokal atau film-film yang masuk festival di luar negeri. Jujur, kalau film 9 Summers 10 Autumns ini bukan garapan sutradara Ifa Ifansyah, yang pernah memenangkan piala Citra kategori sutradara terbaik lewat film Sang Penari, mungkin saya akan melewatkan film ini. Film ini merupakan film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Iwan Setyawan.

Apr 17, 2013

Frankenweenie Review


"When you loose someone you love, they move into a special place in your heart"

Tidak banyak sutradara yang seberani Tim Burton. Ia berani menciptakan karakter-karakter unik bahkan menambah unsur eksentrik dalam tokoh-tokoh popular plus nuansa dark gothic di hampir setiap karyanya. Lihat saja Charlie and The Chocolate Factory atau Alice in Wonderland versi Burton yang warna-warni terang. Atau karakter-karakter memorable yang ia ciptakan seperti Edward Scissorhand atau Jack dari Nightmare Before Christmas. Atau bahkan Batman versi Burton yang sebenarnya punya kualitas yang bagus walaupun mungkin masih kalah popularitas dengan versi Nolan. Well, setidaknya hingga saat ini, nama Tim Burton masih punya daya jual tinggi, apalagi sutradara ini kerap kali melakukan kerja sama dengan Johnny Deep yang notabene adalah aktor yang memiliki daya jual setara Brad Pitt. Untuk urusan film animasi, Tim Burton selalu menggunakan teknik stop motion layaknya Corpse Bride yang rilis tahun 2005. Tahun 2012 lalu, Tim Burton merilis satu film animasi stop motion berjudul Frankenweenie. A lil bit remind you to Frankenstein? You’re not wrong, because Burton made this movie as an honor to that legendary monster.

Mar 30, 2013

Oz the Great and Powerful Review

"I don't want to be a good man, I want to be a great one"
If you hear a word ‘Oz’, what would be crossed in your mind? The Wizard of Oz, film Judy Garland yang dirilis tahun 1939 yang masih disukai orang hingga sekarang? That makes sense, mengingat betapa legendarisnya film tersebut. Lalu ketika prekuel untuk film ini dibuat, orang-orang memasang ekspektasi tinggi. Lihat saja, ada nama James Franco, Rachel Weisz, Michelle Williams dan Mila Kunis, tampil dalam satu film! Belum lagi nama yang luar biasa terkenal di balik suksesnya Trilogi Spider-Man, Sam Raimi. Maka wajar rasanya kalau orang menaruh ekspektasi yang besar. Sedangkan saya yang, yeah it’s a shame, belum pernah nonton The Wizard of Oz yang klasik itu, hanya ingin mencari hiburan sekaligus menyaksikan jajaran bintang film kelas A yang menjejali film ini. Bayangkan, berapa banyak sih film yang bisa mengumpulkan Weisz, Williams dan Kunis dalam satu film? plus bonus James Franco? dan sutradara Sam Raimi?