May 11, 2012

Lovely Man Review

"..mereka ngeliat dengan mata, bukan dengan hati.."
Mendengar judul Lovely Man mungkin akan kurang familiar bagi sebagian dari kita. Film mana nih? I'll tell you, ini film Indonesia. Dan kalau masih belum tau juga, lihat poster filmnya, maka akan ditemukan sederet penghargaan terutama dari festival luar negeri. Ketika animo masyarakat sebagian besar tertuju pada film The Raid, diam-diam Donny Damara memenangkan Best Actor dalam Asian Film Award melalui film ini, mengalahkan seseorang yang telah memiliki nama di kancah Asia, Andy Lau. Bahkan film ini juga mendapat nominasi untuk kategori Best Director untuk ajang yang sama. Surprise? Totally! Excited to see? Of course! Dan saya berusaha membuktikan seberapa bagus film Lovely Man ini.

May 9, 2012

Flipped Review

"The whole being is greater than the sum of its parts.."
Tidak ada yang membuat saya tertarik menonton film ini sebelumnya, sampai akhirnya saya membaca salahsatu review tentang film ini di sebuah grup pecinta film. Menarik, karna skor yang diberikan terhadap film ini bagus. Ketika saya cek ke situs film paling populer yaitu IMDB, skornya pun tidak jelek-jelek amat, 7.5. Bermodal review yang bagus dan skor yang lumayan, saya pun mulai tertarik untuk menontonnya dan setelah saya menontonnya, saya merasa menyesal, kenapa saya tidak menonton film dari dulu? Film ini terlalu manis untuk dilewatkan.

The Avengers Review

"We're not a team. We're a time-bomb"
"Superhero digabung jadi satu? Sekuat apa sih musuhnya sampe semua superhero harus bersatu untuk mengalahkannya?" Begitulah pertanyaan yang dilontarkan teman saya waktu melihat poster The Avengers masuk list coming soon. Saya jadi ikut-ikutan berpikir hal yang sama, sekuat apa sih Loki? Ya, kita sama-sama tau kalau villain yang bakal dihadapi disini adalah Loki, yang masih memiliki hubungan dengan Thor dan on the record, sempat dikalahkan juga oleh Thor. Tapi, antusiasme saya tidak berkurang untuk menyaksikan film ini, apalagi melihat kenyataan bahwa hasil box office opening weekend-nya sudah melampaui Harry Potter and the Deathly Hallow: Part 2 dengan pendapatan kurang lebih sekitar $200 million. Lihat saja ratingnya di Rotten Tomatoes yang certified fresh 93% dan lebih lagi di IMDB yang punya rating 8.8 serta masuk Top 250 Movies #25. Gila! Film superhero macam apa sih ini? Saya pikir Batman Trilogy versi Nolan bakal jadi satu-satunya film superhero yang sukses secara kualitas maupun komersial. Ternyata The Avengers berhasil mengekor kesuksesan The Dark Knight.

Apr 29, 2012

Pintu Terlarang Review

"I love you, Gambir" "I love you even more, Talyda"
Saya akui saya menonton film ini karna membaca banyak review Modus Anomali dan banyak yang membandingkan film tersebut dengan film ini. Banyak yang mengatakan bahwa film Pintu Terlarang tetap lebih baik dibandingkan dengan Modus Anomali. Film yang sama-sama disutradarai oleh Joko Anwar ini tetap dianggap pencapaian terbaik dari Joko Anwar. Saya penasaran, film macam apa yang bisa menyaingi film Modus Anomali yang, untuk ukuran film Indonesia, sudah membuat saya kagum bahkan sampai sekarang? Dibekali rasa penasaran, saya pun mencari dan menonton film yang diangkat dari novel Sekar Ayu Asmara ini untuk menjawab rasa penasaran saya.

Apr 28, 2012

Modus Anomali Review


"Sorry I couldn't protect us.."
Satu lagi film Indonesia yang memperoleh apresiasi di festival luar negeri. Ya, film ini sudah menghebohkan, terutama via Twitter, bahkan jauh sebelum filmnya dirilis. Walaupun tak seheboh film The Raid yang menjadi perbincangan bahkan hak ciptanya dibeli Sony, film ini terkesan lebih 'tenang' dan film Indonesia ini termasuk most anticipated movie tahun 2012. Joko Anwar, ialah salahsatu sineas Indonesia yang film-filmnya memang bukan tipikal film standar, karya-karyanya memang memiliki kedalaman cerita. Mungkin saya memang belum pantas bicara seperti ini, karna film Joko Anwar yang sudah saya tonton selain film ini hanyalah Janji Joni, yang ringan namun menggigit. Saya sudah terlanjur trauma menonton film Indonesia, yang bahkan genre horor-nya tidak lagi membuat saya takut, melainkan hanya mengernyitkan kening. Tapi saya berani mengatakan bahwa Joko Anwar bukan seorang sineas film biasa dan film-film karyanya juga pasti tidak biasa.

Mar 29, 2012

The Raid Review


"Kenapa harus kita? Kenapa harus hari ini?"
Mungkin inilah film lokal yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun oleh penonton di Indonesia. Bagaimana tidak, film ini sudah menang banyak penghargaan dan mendapat apresiasi di luar negeri begitu besar, maka penonton di Indonesia sudah seharusnya menonton film ini. Walaupun saya agak telat nontonnya (karna rilis akhir bulan dimana kondisi keuangan memprihatinkan dan ada film lain yang sudah lama saya tunggu juga) tapi hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk menonton film ini, mengingat ini film Indonesia yang punya kualitas dan banyak dibicarakan di luar negeri.

Mar 25, 2012

Definitely had a crush on Josh Hutcherson


Setelah menonton, biasanya kita punya kesan tersendiri terhadap film tersebut, apakah film itu bagus atau bahkan samasekali buruk. Selain itu, kalau kita terkesan dengan salahsatu karakter film, kita pasti mencari tau siapa sih aktor/ aktris yang memerankan karakter tersebut. Itu juga terjadi pada saya. Waktu saya berumur 16 tahun, saya nonton film Zathura (ya saya tahu itu usia yang sudah sangat terlambat untuk nonton film tersebut), film yang saya tau punya premis yang sama dengan Jumanji yang juga film kesukaan saya. Tapi pada saat pertama kali nonton Zathura, saya tidak menonton film tersebut sampai akhir alias terpotong di tengah-tengah karna saya nonton di HBO dan kala itu, tv kabel saya mengalami gangguan hingga akhirnya saya terpaksa meninggalkan film tersebut di tengah keseruan menonton.Saya selalu diliputi rasa penasaran akan film tersebut. Bagaimana tidak? Namanya lagi seru-serunya nonton terus kepotong di tengah kan ngeselin banget ya. Kemudian ketika pada hari lain film tersebut tayang lagi, saya tidak pernah bisa menonton. Entah itu karna sekolah atau acara lainnya, saya tidak pernah bisa menonton sampai akhir.

Mar 23, 2012

The Hunger Games Review

"May the odds be ever in your favor.."

Sejujurnya ketika pertama kali melihat trailernya, saya nggak punya harapan apa-apa, kecuali Josh Hutcherson. Yeah, I had a crush on him since Little Manhattan and ever since. Dia selalu muncul di kebanyakan film yang saya tonton dan akhirnya saya suka dia karna wajahnya yang sangat memorable serta unyu. Well, kesukaan saya terhadap Josh Hutcherson bisa diceritakan lain waktu. Kembali ke The Hunger Games, saya sama sekali nggak tahu ini film tentang apa, I definitely had no clue, sampai akhirnya saya tau kalo film ini diangkat dari novel karya Suzanne Collins dan ternyata di Amerika novel ini sempat best-seller. Novel ini dibuat trilogi dengan Catching Fire sebagai sekuelnya dan Mockingjay sebagai penutup dari trilogi ini. Kenyataan bahwa film ini didukung dengan aktor serta aktris yang sudah punya nama membuat saya penasaran, terlebih lagi hype yang ada sebelum film ini dirilis dan ternyata film ini merupakan salahsatu most anticipated movies in 2012 di banyak list! Maafkan ketidaktahuan saya karna saya bukan penggemar novelnya.

How I fell in love with movies

wah sudah terlalu lama kayaknya blog ini gak kesentuh hahahaha *ketawa tragis*

*nyapuin debu-debu di blog*

Sebenernya ada beberapa kejadian seru beberapa bulan ini, seperti gimana rasanya punya skripsi yang (sengaja) terbengkalai, gimana rasanya terpaksa harus ganti dosen pembimbing, gimana rasanya berkunjung ke daerah tempat asal usul orangtua setelah 13 tahun gak kesana, dan masih banyak lagi.Tapi kayaknya saat ini saya lebih memilih cerita kenapa saya bisa sukaaaaaaaa sekali nonton film. Ya, menceritakan sesuatu hal yang kita sukai memang menyenangkan, and that's why I'm gonna do it. Maka dari itu saya agak sedikit nyolong judul dari serial televisi favorit saya, How I Met Your Mother :)

Kalo ada hal yang paling saya suka di dunia ini, mungkin jawabannya nonton film (ini agak lebay). Saya gak inget bener sejak kapan saya suka nonton film, tapi yang saya inget, film yang bener-bener membawa life-changing impact buat diri saya cuma satu, Harry Potter and The Sorcerer's Stone.