Jul 24, 2013

Pacific Rim Review

"In order to fight monsters, we created monsters of our own"
Selain Man of Steel, mungkin film ini juga menjadi salahsatu film yang dinanti moviegoers, terutama pecinta film mecha/monster. Apalagi melihat trailernya yang memang tampak habis-habisan dalam mengeksplor visual effect, Pacific Rim diprediksi menjadi salahsatu summer blockbuster. Belum lagi fakta bahwa film ini disutradarai oleh Guillermo Del Toro, salahsatu sutradara visioner yang punya daya imajinasi tinggi. Lihat saja Pan's Labyrinth atau yang lebih mainstream, Hellboy, yang dipenuhi makhluk-makhluk imajinatif. Begitu pula Pacific Rim yang mengkombinasikan robot dan monster berukuran gigantic dalam sebuah pertarungan. Pacific Rim yang memang dibuat Del Toro sebagai homage untuk film monster dan mecha, memang dianggap sebagai objek senang-senang Del Toro yang menempatkan dirinya sebagai bocah laki-laki dengan mainan robot dan monster. And mostly people, especially boys, grew up the same way Del Toro did.  Jadi tidak terlalu berlebihan rasanya kalau banyak yang menaruh harapan tinggi terhadap film ini. 

Jul 21, 2013

Despicable Me 2 Review

 
"Just because everybody hates it doesn't mean it's not good"
 Tahun 2010 merupakan tahun besar bagi Illumination Entertainment, karena tidak ada yang pernah menduga bahwa salahsatu film produksi mereka yang berjudul Despicable Me kala itu menjadi kuda hitam dan bisa sukses luar biasa, terutama dalam raihan box office. Memang kisah yang dibawa Despicable Me yang tergolong unik, yang menceritakan seorang super villain yang merencanakan pencurian bulan. Kisah yang fresh, humor plus tentu saja kehadiran minions yang sangat mencuri perhatian ketimbang karakter utamanya, membuat film ini disukai baik anak-anak dan juga orang dewasa. Maka imbasnya sudah sama-sama kita ketahui, sebuah sekuel. Dan tentu saja, spin-off. Yap, tahun depan akan ada film berjudul Minions yang bercerita tentang... tentu saja minion-minion kocak tersebut. Sambil menunggu, tahun ini Gru bersama Margo, Edith dan Agnes kembali hadir lewat Despicable Me 2. Seluruh pengisi suara dari karakter utama di film pertama kembali hadir dan siap mengulang kesuksesan film pertamanya. Apalagi para minions yang memang menjadi senjata utama franchise ini juga kembali, bahkan hingga ke penjualan merchandise yang luar biasa.

Jul 19, 2013

The Lone Ranger Review

"There come a time, when good man must wear mask"
Johnny Depp, Gore Verbinski dan Jerry Bruckheimer. Tiga orang inilah yang berada dibalik kesuksesan trilogi Pirates of Carribean. Dan mereka sekali lagi melakukan team up demi mengulang kesuksesan di masa lalu dalam sebuah film berjudul The Lone Ranger. Maybe most of you didn't familiar with this Ranger. Jauh sebelum diangkat ke layar lebar tahun 2013, The Lone Ranger adalah sebuah drama seri radio yang mengudara sejak 1933. Pernah diangkat ke serial TV dan juga pernah diangkat ke layar lebar tahun 1956. Kali ini Gore Verbinski yang mencoba peruntungan dengan membawa Armie Hammer sebagai sang Ranger dan Johnny Depp sebagai sidekick-nya, Tonto. But as you know, punya nama besar seperti Johnny Depp tentu menenggelamkan sang pemeran tokoh utama, dalam hal ini adalah Armie Hammer, yang meskipun punya CV yang cukup mengkilap, tetap saja tenggelam dengan nama besar Johnny Deep sebagai sidekick-nya. Well, sebenarnya ini strategi yang cukup jitu, mengingat banyak orang yang sudah jatuh hati dengan Johnny Depp baik dari segi fisik ataupun kemampuan aktingnya. Jadilah daya tarik utamanya bukan lagi sang Ranger, melainkan sang Indian, Tonto.

Jul 5, 2013

Spring Breakers Review

"..we'll always remember this trip. Something so amazing, magical. Something so beautiful. Feels as if the world is perfect. Like it's never gonna end."
Film yang dipenuhi gadis-gadis muda dalam balutan bikini? It's like every man's dreams come true. Itulah mungkin yang terlintas di pikiran ketika melihat poster Spring Breakers. Dan mungkin sebagian besar orang-orang akan menganggap ini film cuma seputar komedi hura-hura khas remaja, apalagi ada dua putri Disney, Selena Gomez dan Vanessa Hudgens, yang seolah ingin melepaskan image remajanya lewat peran mereka dalam film ini. Padahal kalau tahu soal track record sutradaranya, yakni Harmony Korine, mungkin tidak akan ada anggapan semacam itu. Oke, saya juga sebelumnya belum pernah mendengar nama Harmony Korine sampai film ini dirilis. Korine adalah tipikal sutradara yang kebanyakan berkutat seputar film indie, bukan film mainstream. Namun sebagian besar karyanya sudah memperoleh pengakuan. Jadi wajar saja kalau banyak yang belum familiar dengan namanya. Jujur saja, daya tarik film ini tentu saja ada pada segerombolan gadis-gadis berbikini warna-warni, diantaranya Selena Gomez dan Vanessa Hudgens serta James Franco dalam deretan cast-nya.

Jul 1, 2013

Evil Dead (2013) Review

"Promise me you'll stay with me until the end"
 Berapa banyak film genre horor-slasher klasik yang di-remake dan akhirnya terjerembab dalam kubangan makian? Banyak. Sebut saja The Omen (2006), Friday The 13th (2009), Nightmare on Elm Street (2010) atau bahkan yang paling baru, The Texas Chainsaw Massacre (2013), semuanya dianggap hanya merusak versi originalnya. Tapi, apa yang terjadi pada Evil Dead cukup berbeda. Meskipun memasang sutradara tak dikenal, yakni Fede Alvarez, film ini mendapat dukungan penuh dari orang-orang dibalik versi originalnya, yakni Sam Raimi, Bruce Campbell dan Rob Tapert yang merupakan sutradara, aktor dan produser dari The Evil Dead (1981). Oke, katakanlah saya bukan fans berat trilogi originalnya, tapi saya tahu ada berjuta-juta fans film trilogi originalnya yang harap-harap cemas menanti remake-nya. Khusus saya pribadi, sebenarnya tipe horor slasher ini jauh dari kata favorit. Apalagi setelah melihat trailernya yang sinting. Tapi, bagaimana kamu bisa mengesampingkan sesuatu yang dipuja-puja orang? Pasti ada rasa sedikit rasa penasaran. Apalagi salahsatu film horor terbaik tahun lalu, The Cabin in the Wood, ternyata adalah sebuah tribute untuk film The Evil Dead. Maka dengan mengesampingkan kalimat 'tidak suka', saya memberanikan diri menyaksikan film ini, demi menjawab rasa penasaran saya. Karena itulah review film ini tergolong terlambat, karena saya berusaha sekuat tenaga mengumpulkan keberanian menonton film ini.

Jun 30, 2013

White House Down Review

"I can’t think of a more important job than protecting the President"
Rolland Emmerich. Kita mengenalnya sebagai sutradara spesialis disaster movie. Mulai dari serangan alien lewat Independence Day, serangan kadal raksasa dalam Godzilla, membuat setengah Amerika membeku lewat The Day After Tomorrow, membawa kita ke zaman prasejarah dalam 10.000 BC, hingga menghancurkan separuh dunia lewat ramalan bangsa Maya dalam 2012. Dan semua melibatkan special effect yang bombastis, karena Emmerich hampir selalu menghancurkan beberapa landmark terkenal, seperti sebut saja White House dan Patung Liberty. Kali ini, Emmerich kembali mencoba menghancurkan Gedung Putih dalam White House Down, dengan Channing Tatum dan Jamie Foxx sebagai bintang utamanya. Uniknya, beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Maret 2013, ada film bertema serupa yang menceritakan serangan ke Gedung Putih yang dianggap sebagai The World's Safest Place dalam film berjudul Olympus Has Fallen. Hollywood's running out of idea? or is it copycat case? I don't know. Oke, lupakan dulu soal itu, atau bahkan soal Olympus Has Fallen dan mari berfokus pada White House Down. Soal Olympus Has Fallen, it will be reviewed on another post.

Jun 25, 2013

Monster University Review

 
 
 “Just reach deep down and let the scary out!” 

Sejak Toy Story dirilis tahun 1995, Pixar sudah menunjukkan kekuatan yang luar biasa dalam film animasi. Kekuatan Pixar bukan hanya terletak di visual yang memang bagus, tapi juga cerita yang memiliki kekuatan untuk membuat orang dewasa terhanyut. Bahkan Cars yang dibilang orang merupakan produk gagal Pixar, bagi saya masih cukup menyentuh. Yah walaupun Cars 2 semakin memperparah reputasi tersebut. Tapi kita masih bisa mengesampingkan dwilogi Cars, karena karya Pixar yang lain seperti trilogi Toy Story, Finding Nemo, Wall-E, dan Up, semuanya memiliki kekuatan yang sama, yakni cerita. Namun entah kenapa akhir-akhir ini Pixar seperti kehilangan ide original, karena Pixar lebih memilih membuat sekuel maupun prekuel ketimbang menyusun cerita dengan karakter baru. Tahun 2015, akan ada kelanjutan kisah Nemo dalam film yang diberi judul Finding Dory. Sedangkan tahun ini yang mendapat jatah prekuel adalah Monster Inc., yang di tahun 2001 mampu membuat anak-anak maupun orang dewasa jatuh cinta dengan kisah monster di Monstropolis yang ketakutan dengan anak kecil, dalam film berjudul Monster University.

Jun 24, 2013

World War Z Review

"Every human being we save is one less we have to fight"
Zombie invasion. Ya, hampir seperti 'saudara'nya, vampire, keberadaan makhluk pemakan daging ini selalu menjadi objek yang tidak ada habisnya dieksploitasi oleh Hollywood. Di layar lebar, ada franchise Resident Evil yang sudah mencapai seri kelima. Bahkan awal tahun kemarin, kita disuguhi drama remaja ala Romeo-Juliet dengan tokoh utama zombie dalam Warm Bodies. Di dunia televisi, masih ada The Walking Dead kreasi Frank Darabont yang masih disukai publik hingga season 3. Then here comes World War Z, yang lagi-lagi soal penduduk Bumi yang terjangkit virus dan berubah menjadi zombie. Film yang diangkat dari novel karangan Max Brooks ini sempat mejadi rebutan antara rumah produksi Appian Way milik Leonardo DiCaprio dan Plan B Entertainment milik Brad Pitt, yang akhirnya dimenangkan oleh Brad Pitt. Syutingnya pun begitu panjang hingga mengalami penundaan rilis. Dengan sutradara Marc Foster yang pernah menyutradarai Finding Neverland dan memasang Brad Pitt sebagai pemeran utama, rasanya tidak begitu sulit untuk menjaring peminat mengingat Brad Pitt, sama seperti Tom Cruise, punya pesona yang cukup besar untuk menarik perhatian publik.

Jun 16, 2013

Man Of Steel Review

"You have to decide what kind of man you want to grow up to be. Whoever that man is, good character or bad, it's going to change the world"
 The long wait is finally over! Setelah teaser trailer Man of Steel rilis nyaris setahun yang lalu, saya termasuk orang yang terhipnotis. Terakhir kali kita melihat manusia super paling legendaris ini tujuh tahun lalu, dengan Brandon Routh (yang kini pelan-pelan terlupakan) sebagai Kal-El dalam Superman Return yang sayangnya tidak begitu disukai publik. Bagi saya pribadi, sebenarnya Superman Return sebenarnya tidak buruk, hanya saja terlalu membosankan dan pengambilan cerita yang terlalu berani (bahkan Bryan Singer kebingungan untuk melanjutkan cerita). Akhirnya dipilih sebuah jalan pintas untuk tetap meneruskan kiprah Kryptonian ini agar tetap hidup di layar lebar. Reboot. Memperkenalkan kembali dari awal superhero jagoan DC Comics ini. Dengan Zack Snyder yang terkenal sangat ciamik dalam memoles visual effect di bangku sutradara, plus David S. Goyer sebagai penulis naskah, plus aktor Inggris yang dikenal lewat serial The Tudors, Henry Cavill sebagai Clark Kent. But guess who's the man behind the story and also the producer. It's Nolan! Nolan yang, percayalah, merupakan kunci kesuksesan dibalik Batman Trilogy, turut menyumbangkan ide dalam film ini merangkap produser.  Tidak terelakkan, orang yang memuja-muja Batman Trilogy akan memusatkan perhatian penuh ke Man Of Steel. Apalagi, fans Superman di dunia sangat berlimpah.