Sep 12, 2016

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Review


"Jangkriknya wangi ya bos, Bangkok punya. Kalo jenis ayam, ini tipe broiler bos"

"Bukan menggantikan, tapi melestarikan", kira-kira begitulah yang dikatakan orang-orang yang berada di balik proses produksi film ini. Memang rasanya mustahil menggantikan grup lawak yang satu ini. Meski sudah lebih dari tiga dekade, film Warkop DKI masih terus menemani di layar televisi setiap tahun. In my personal opinion, filmnya tidak pernah membosankan dan leluconnya tidak pernah mati. Ketika masih rilis di bioskop dulu pada era 80-an, antrian panjang mengular setiap lebaran dan tahun baru demi film warkop. Ketika perfilman lokal mati suri di tahun 90-an, Warkop pun pindah ke layar tv meskipun tak sebooming filmnya. Bahkan pasca meninggalnya personel warkop, yakni Kasino di tahun 1997 kemudian disusul Dono di tahun 2001, film-film warkop masih terus menemani setiap lebaran di layar tv dan lawakannya terus hidup dari generasi ke generasi hingga saat ini. Besarnya nama warkop DKI membuat Falcon Pictures tertarik untuk 'menghidupkan' kembali film warkop di layar lebar yang beruntungnya direstui juga oleh satu-satunya personel yang masih hidup, Indro. Ide ini terdengar cukup gila sekaligus ambisius. Meraih animo penonton sudah pasti, namun apakah sesuai ekspektasi? Belum tentu.

Sep 8, 2016

Don't Breathe Review


"Just because he’s blind doesn’t mean he’s a saint, bro. It’s going to be a piece of cake"

Fede Alvarez, sutradara asal Uruguay yang selama ini dikenal sebagai sosok dibalik semi remake/ reboot/ sekuel Evil Dead (2013), kembali bekerja sama dengan Sam Raimi dalam film horror thriller terbaru berjudul Don't Breathe. Berkaca dari pengalaman Evil Dead (2013), yang meskipun dianggap tidak 'segila' versi originalnya di tahun 1981 karya Sam Raimi, toh Evil Dead versi Alvarez berhasil menebar kengerian lewat serangkaian adegan yang, jujur saja mampu membuat bergidik. Maka tak heran seandainya film yang awalnya hendak diberi judul 'A Man in the Dark' ini mampu menarik minat pecinta horor. Banyak memboyong kru yang pernah bekerja di Evil Dead, termasuk sang pemeran utama Jane Levy, Fede Alvarez setidaknya menjadi salahsatu jaminan kalau film ini akan jadi satu tontonan yang menarik. Belum lagi nama besar Sam Raimi yang pernah sukses lewat Evil Dead original dan Drag Me to Hell masih setia mendukung dari kursi produser.

May 28, 2016

Captain America: Civil War Review


"Compromise where you can. Where you can't, don't. Even if everyone is telling you that something wrong is something right"

Marvel tak pelak sudah membangun kerajaan besar lewat trend superhero yang dibangkitkan sejak hampir sepuluh tahun lalu. Semenjak kehadiran Iron Man di layar perak tahun 2007, Marvel pelan-pelan membangun pondasinya menuju Avengers yang puncaknya direncanakan rilis tahun 2019. Tak bisa dipungkiri, Marvel memiliki perencanaan yang matang sejak awal. Lihat saja secara rutin Marvel menyelipkan post credit scene hampir di setiap filmnya sebagai petunjuk yang secara tidak langsung terkoneksi pada Avengers. Bukan hanya itu, bahkan Marvel mampu membuat karakter superhero yang mulanya tidak dikenal macam Guardian of the Galaxy menjadi satu sensasi baru. Tahun ini, Marvel sudah mengisi jadwalnya dengan Captain America: Civil War yang merupakan film stand-alone ketiga dari sang Captain sekaligus jembatan menuju film pamungkas Avengers nantinya. 


Apr 18, 2016

The Huntsman: Winter's War Review


"I thought I made you strong, but you're as pathetic as you ever were"

Pada dasarnya tidak ada yang pernah mengharapkan kelanjutan dari kisah Snow White and The Huntsman yang dirilis tahun 2012 silam, mengingat kritikan pedas cukup banyak ditujukan meskipun  raihan dollarnya cukup menggiurkan. Walaupun sebenarnya rencana sekuel sudah ada beberapa waktu setelah film pertamanya dirilis, rencana tersebut terpaksa masuk peti es karna skandal menghebohkan yang membuat nasib sekuelnya sempat tertunda. Tak ayal ketika diumumkan kalau akan hadir sekuelnya tanpa melibatkan Kristen Stewart lagi, hal ini cukup membingungkan walaupun akhirnya dengan absennya sang Snow White, toh jajaran cast-nya semakin mentereng dengan tambahan nama Emily Blunt dan Jessica Chastain sementara Charlize Theron dan Chris Hemsworth juga kembali melanjutkan perannya dari film terdahulu.

Apr 16, 2016

The Jungle Book Review


"No matter where you go or what they may call you, you will always be my son"

Dongeng klasik memang tidak akan pernah lekang dimakan waktu, nyaris setiap dongeng klasik punya umur yang abadi dan diceritakan terus menerus secara turun temurun dari zaman ke zaman. Salahsatu caranya agar tetap abadi adalah tentu saja terus mengadaptasi kisah tersebut dengan cara yang berbeda. Tahun lalu Disney sudah membuktikannya lewat retelling kisah populer Cinderella versi live action yang meskipun sebagian orang sudah paham perihal kisahnya, namun tetap terasa menawan, dan tahun ini Disney kembali memberikan suguhan live action lewat kisah kenamaan karya Rudyard Kipling, The Jungle Book. Karna animasinya sendiri sudah sangat populer pada masanya dirilis di tahun 1967, tentu saja penampilan baru live action ini juga punya daya tarik tersendiri, apalagi disutradarai oleh Jon Favreau yang sudah memperkenalkan kita dengan Iron Man.

Apr 13, 2016

10 Cloverfield Lane Review


"Crazy is building your ark after the flood has already come"

Ketika Cloverfield dirilis delapan tahun lalu, tidak ada yang menyangka kalau kisahnya berkembang jauh beberapa tahun kemudian. Gagasan sekuel pernah ada tapi tenggelam begitu saja seiring kesibukan dari sang produser. Dari judulnya saja sudah jelas, yang meskipun dibantah oleh sang produser, J.J Abrams yang terkenal selalu ketat dalam merahasiakan proyeknya, jelas film ini punya kaitan erat dengan Cloverfield meskipun hanya dari universe-nya saja. Seperti biasa, hampir setiap proyek garapan J.J Abrams selalu minim informasi. Begitu pula 10 Cloverfield Lane yang bahkan hingga trailer-nya dirilis juga masi banyak menimbulkan pertanyaan. Meskipun ada di bawah nama besar J.J Abrams dan Bad Robot, film ini digawangi oleh sutradara baru, Dan Trachtenberg. Meskipun ada embel-embel Cloverfield, nyatanya memang kisah ini tidak pernah terhubung secara langsung oleh serangan monster alien di New York dalam Cloverfield.


Apr 10, 2016

Batman v Superman: Dawn of Justice Review

"Devils don't come from hell beneath us. They come from the sky"
Pertarungan akbar mempertemukan dua superhero raksasa legendaris dari DC Comics akhirnya tiba juga. Semenjak diumumkan bahwa kelanjutan dari Man of Steel yang dirilis tiga tahun silam akan mempertemukan si manusia besi dan manusia kelelawar, DC seolah menjatuhkan bom atom, semua fanboy langsung jumpalitan, bahkan penonton awam pun juga sama excited-nya menanti terealisasinya proyek ini. Masih segar dalam ingatan kalau gagasan mempertemukan Superman dan Batman sudah ada sejak lama, bahkan pernah muncul sekelebat poster film Batman vs Superman dalam film I Am Legend (yang kebetulan rilisnya cukup berdekatan dengan Superman Returns), namun gagasan itu baru terealisasi setelah peluncuran Man of Steel dan baru kita bisa saksikan tahun ini lewat tangan Zack Snyder. Penantian yang panjang, jadi tidak heran kalau segala macam ekspektasi membumbung tinggi untuk film ini yang jelas sebagai penentu nasib Justice League ke depannya.

The Divergent Series: Allegiant Review

"You want change without sacrifice, you want peace without struggle. The world doesn't work that way"
Sebenarnya tidak ada yang berharap kalau novel pamungkas dari seri Divergent ini akan dipecah jadi dua. Pasalnya sejak awal, seri ini melangkah terseok-seok untuk menggaet penonton non-reader. Materi dari novelnya sendiri tidak relevan jika dibagi dua, yang jelas merupakan sebuah usaha untuk memperpanjang kisah ini. Dari keseluruhan film yang mengalami pemindahan materi dari novel ke film, mungkin hanya Harry Potter yang materinya paling layak dibagi menjadi dua film, sementara yang lainnya tentu saja hanya sebuah usaha mengeruk keuntungan, termasuk juga Allegiant ini. Masalahnya apakah penonton masih benar-benar punya minat untuk menyaksikan keduanya? Divergent tidak bisa dikatakan luar biasa, meskipun tidak sepenuhnya buruk juga. Insurgent meskipun penuh aksi, nyatanya juga tidak mampu menyamai prestasi Divergent. Jelas butuh usaha ekstra keras bagi seri pamungkas bagian pertama yang diberi judul Allegiant ini untuk mendapat kepercayaan dari penontonnya. Meskipun masih digawangi oleh Roberts Schwentke dan dipastikan seluruh cast lama kembali, tidak membuat Allegiant meledak di pasaran.

Mar 11, 2016

London Has Fallen Review

"..make no mistake, we will find you, and we will destroy you" 
Dari judulnya sudah jelas, ini adalah sekuel dari Olympus Has Fallen yang di tahun 2013 pernah menyapa kita di bioskop. Meskipun kisahnya mudah ditebak, tapi banyak yang menyukainya karna kadar action plus violence-nya yang tinggi. Hasil box office yang cukup besar kala itu tentu saja tidak bisa disepelekan begitu saja meskipun untuk kisah semacam ini sebenarnya tidak membutuhkan sekuel. Tahun ini sekuelnya dirilis dan bukan lagi Gedung Putih yang pertahanannya ditembus, tapi kota London yang menjadi saksi aksi terorisme. Tentu saja sekuelnya ini masih diperankan oleh 3 pemeran film sebelumnya yakni Gerard Butler, Aaron Eckhart dan Morgan Freeman. Penyutradaraannya tidak lagi dipegang oleh Anthony Fuqua, tapi berpindah ke Babak Najafi, seorang sutradara asal Iran dan ini adalah film pertamanya yang berbahasa inggris. Bukan tugas mudah melanjutkan kesuksesan seseorang dan Najafi punya tanggung jawab yang cukup besar.