Mar 22, 2013

A Good Day to Die Hard Review


"The things we do for our kids. Yippie-kai-yay, motherf*cker!"

How far did you know John McClaine? If you ask me that question, I would say ‘not much’. Saya tahu itu adalah karakter film yang sangat terkenal yang diperankan oleh Bruce Willis dalam empat film Die Hard. Tapi jujur saja, saya tidak pernah menyaksikan satu pun film Die Hard. Maka ketika orang-orang penasaran dengan seri kelima Die Hard ini, mau tidak mau saya ikut larut dalam euphoria ini. Bruce Willis yang sudah semakin uzur pun rupanya masih percaya diri untuk memerankan kembali karakter John McClaine yang memang banyak dikatakan orang ‘susah mati’. Kali ini, giliran John Moore yang duduk di kursi sutradara. Dan nampaknya, penonton pun masih suka dengan kelanjutan kisah Die Hard ini.

Mar 17, 2013

Hansel & Gretel: Witch Hunters Review

"One thing this job has taught me over the years: don't eat the f*cking candy!"
Berapa banyak kisah dongeng yang mengalami modifikasi maupun retelling oleh Hollywood? Banyak sekali. Ketika Hollywood mulai kehabisan ide, maka sasarannya adalah mengangkat dongeng anak-anak populer dengan sedikit unsur dewasa. Mulai dari Beastly yang merupakan adaptasi bebas dari Beauty and The Beast, Red Riding Hood yang dimodifikasi dengan unsur Twilight, Mirror Mirror dan Snow White and The Huntsman yang diadaptasi dari Snow White hingga kombinasi antara Jack the Beanstalk dan Jack the Giant Killer yang menjadi Jack and the Giant Slayer dan masih banyak lagi kisah dongeng yang rencananya akan diangkat ke layar lebar seperti Cinderella ataupun Maleficent yang merupakan adaptasi dari Sleeping Beauty. Begitu pula dengan Hansel and Gretel: Witch Hunter ini yang mengangkat kisah kakak beradik karangan Brothers Grimm.

Mar 16, 2013

Les Miserables Review


"I had dream my life would be so different from this hell I'm living"
Setelah tahun 2011 berhasil membawa sebuah piala Oscar kategori Best Director untuk film The King’s Speech, kali ini Tom Hooper mencoba sesuatu yang baru, film musikal. Kali ini giliran Les Miserables yang kisahnya sudah dikenal dunia melalui panggung Broadway. Kisah yang diangkat dari novel Victor Hugo ini dari judulnya saja sudah terbaca, yakni tentang orang-orang yang menderita. Selain kisahnya yang sudah mendunia, dukungan kasting yang luar biasa mentereng membuat film ini jelas rasanya sayang untuk untuk dilewatkan. Dengan Tom Hooper sebagai sutradara dan jajaran cast-nya, sudah pasti film musikal kaliber Oscar  ini akan menarik minat penonton.

Gangster Squad Review


"There are two things you can't take back on this job: bullets out of your gun and words out of your mouth"
Puluhan tahun lalu, The Godfather dirilis dan masih memukau hingga saat ini. Film yang berkisah tentang keluarga mafia ini masih tetap menjadi favorit banyak orang. Setelah kesuksesan The Godfather, banyak bermunculan film-film sejenis, mulai dari Once Upon a Time in America, Goodfellas, Untouchables,  hingga L.A Confidential. Era 80-an dan 90-an merupakan era kejayaan film dengan tema mafia. Sebagian besar film tersebut memiliki tingkat kualitas yang sudah diakui. Rupanya Ruben Fleischer ingin mengembalikan kejayaan film gangster sehingga menghadirkan film yang bertaburan bintang-bintang ternama ini. Penundaan rilis karena adanya adegan penembakan di bioskop yang sedikit banyak mengingatkan pada insiden Aurora, sehingga membuat Warner Bros mengundur jadwal rilis dari September 2012 ke Januari 2013 untuk menghapus adegan tersebut membuat penonton kembali harus menunggu untuk menyaksikan film ini. Tidak bisa dipungkiri, banyak yang menaruh harapan pada film ini.

Mar 15, 2013

The Impossible Review


"Close your eyes, think of something nice"
Bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2004 di Asia Tenggara merupakan salahsatu bencana terbesar yang pernah terjadi di muka bumi. Bencana yang menelan ratusan ribu korban jiwa ini tentunya meninggalkan luka mendalam bagi sebagian besar penduduk dunia yang kehilangan, termasuk Indonesia. Tsunami yang menyapu beberapa negara di Asia ini memiliki banyak kisah dibaliknya, salahsatunya adalah yang diusung The Impossible. Mengusung cerita dengan embel-embel ‘based on a true story’ , The Impossible adalah buah karya sutradara muda asal Spanyol, J.A Bayona, mengenai bencana tersebut yang mengisahkan tentang salahsatu keluarga yang menjadi korban dalam hantaman tsunami tersebut.

Jack Reacher Review


"I mean to beat you to death, and drink your blood from a boot"

Jika mendengar nama Jack Reacher, tentunya nama tersebut kurang familiar, terutama di Indonesia. Namun di Amerika, Jack Reacher adalah karakter fiktif dalam rangkaian novel seri karangan Lee Child yang cukup terkenal disana. Uniknya, dalam waktu yang berdekatan, dua film yang diangkat dari novel yang nyaris serupa dirilis, yaitu Alex Cross dan Jack Reacher. Dua film ini memilliki kesamaan yaitu sama-sama mengusung tokoh utama sebagai judul, mengisahkan tentang penyelidikan kasus kriminal oleh tokoh utama, dan sama-sama diangkat dari novel seri laris di Amerika. Namun bedanya, Jack Reacher punya Tom Cruise sebagai leading role yang tentunya punya daya tarik tersendiri dibandingkan Alex Cross yang hanya punya Tyler Perry, yang bahkan mungkin tidak dikenal oleh sebagian besar penonton di Indonesia. Jadi bisa dibilang Jack Reacher lebih beruntung karena memiliki Tom Cruise yang jelas seluruh dunia mengenalnya. Maka sejauh apa Jack Reacher mampu menghibur penonton.

The Hobbit: An Unexpected Journey Review

"...true courage is about knowing not when to take a life, but when to spare one"
Kesuksesan Trilogi Lord of the Ring merupakan suatu hal yang tidak terbantahkan lagi. Deretan penghargaan sudah membuktikan bahwa dunia Middle Earth rekaan J.R.R Tolkien ini merupakan mahakarya dari seorang Peter Jackson. Kesuksesan ini rupanya masih memancing rasa penasaran Hollywood untuk memfilmkan The Hobbit, novel rekaan Tolkien yang masih memiliki setting di Middle Earth sekaligus prekuel dari LOTR. Kenyataan bahwa film ini telah lama menarik minat Peter Jackson, bahkan sebelum dirinya memfilmkan LOTR, sayangnya tersendat masalah hak cipta dan segala macam urusan yang rumit terkait dengan pembeli hak The Hobbit untuk difilmkan, sehingga proyek The Hobbit harus menunggu. Bahkan awalnya Peter Jackson tidak tertarik untuk menyutradarainya dan menyerahkan kursi sutradara ke Guillermo Del Toro. Namun berbagai macam kendala, termasuk bangkrutnya MGM membuat film ini tertunda hingga Del Toro memilih mengundurkan diri dan membuat Peter Jackson kembali ke Middle Earth.

Feb 26, 2013

Life of Pi Review

"In the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye"
Tantangan dalam mengadaptasi sebuah novel bukan suatu hal yang mudah, karena film adaptasi novel memiliki ending yang sudah diketahui oleh pembaca novelnya, sehingga tidak mungkin ending filmnya berbeda dengan novelnya. Maka tantangannya adalah bagaimana menghidupkan karakter-karakter novel tersebut menjadi tokoh-tokoh yang menarik di film. Hal ini juga dialami dalam proses adaptasi film Life of Pi. Rencana pembuatan film ini sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu, namun terkatung-katung karena sulitnya menerjemahkan lembaran-lembaran novel ini menjadi sebuah film. Bahkan sudah berpindah-pindah penyutradaraan, dari M. Night Shyamalan hingga akhirnya Ang Lee memperoleh kepercayaan penuh untuk menyutradarai film ini. Ang Lee yang memiliki background cemerlang sebagai seorang sutradara tentu mempercerah harapan pembaca novelnya. Bukunya sendiri memang bukan buku adventure biasa. Kisahnya sarat akan makna kepercayaan dan kehidupan. Dan yang unik adalah, film ini dibuat dalam format 3D. Merupakan sesuatu yang riskan ketika memilih medium 3D untuk sebuah film drama. Kebanyakan penonton akan berpikir seberapa layak 3D-nya dinikmati, mengingat format 3D umumnya digunakan dalam film action maupun fantasi.

The Twilight Saga: Breaking Dawn Pt. 2 Review

 "I've never thanked you for this extraordinary life"
Tidak bisa dipungkiri, Twilight telah menjadi salahsatu kisah cinta yang tidak akan mudah dilupakan begitu saja, setidaknya hingga 10 tahun mendatang. Kisah cinta vampire dan manusia yang diangkat dari novel karya Stephanie Meyers ini telah memikat sebagian remaja modern. Bahkan filmnya mengorbitkan nama Robert Pattinson dan Kristen Stewart as the new heartthrob. Selama 5 tahun terakhir, 4 film telah dirilis secara berturut-turut setiap tahunnya dan akhirnya di tahun 2012 ini, kisah ini mencapai akhir melalui Breaking Dawn Part 2 (Yes, the finale was split into two movies). Pertama kali muncul tahun 2008, Twilight memang bukanlah film yang diunggulkan. Tidak ada yang menyangka jika film berbudget rendah tersebut berhasil memperoleh raihan box office sepuluh kali lipat lebih besar dibanding budgetnya. Chemistry antara Pattinson dengan Stewart mampu menyelamatkan film ini, sederhana dengan score yang tepat sehingga terasa begitu romantis. Namun, kualitas yang cukup baik yang dibangun Catherine Hardwicke di Twilight seolah-olah dihempaskan begitu saja oleh Chris Weitz melalui New Moon yang begitu flat. David Slade yang didapuk menyutradarai film ketiganya Eclipse, juga tak mampu membawa performa film ini kembali ke awal. Hingga akhirnya Bill Condon dipercaya meyutradarai film pamungkasnya.